Jeep Bangkrut di China, Segini Penjualannya di Indonesia

ADVERTISEMENT

Jeep Bangkrut di China, Segini Penjualannya di Indonesia

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 01 Nov 2022 18:20 WIB
Jakarta -

Jeep diterpa kabar kurang sedap di China, perusahaan patungan Stellantis dan Guangzhou Automobile Group (GAC) itu mengajukan bangkrut karena penjualannya yang terus merosot. Bagaimana kondisi pasar Jeep di Indonesia?

Jeep di Indonesia sempat bergonta-ganti distributor. Setelah sebelumnya dipegang PT Hascar, kini brand yang sudah jadi ikon produk kendaraan offroad itu pemasarannya di RI dilakukan oleh DAS Indonesia Motor.

DAS Indonesia Motor secara resmi mendapat kepercayaan dari Fiat Chrysler Automobiles untuk memasarkan produk Jeep sejak 1 Juni 2020, lalu mulai melakukan penjualan sejak tahun 2021. Dhani Yahya, Chief Operating Officer DAS Indonesia Motor mengatakan pasar Jeep di Indonesia masih terus bertumbuh, tak hanya soal permintaan tetapi juga perluasan jaringan purna jual.

"Jadi market sudah tumbuh, dari (sales order) 250 (2021) sekarang ke 400 unit dan di tahun ini demand-nya, sekitar 400 - 500 unit," kata Dhani Yahya saat dihubungi detikcom, Selasa (1/11/2022).

Hanya saja Dhani mengatakan belum maksimal untuk mengirimkan unit ke tangan konsumen. Selain jatah, Jeep juga terpengaruh harga karena masalah krisis chip, inflasi hingga melemahnya nilai tukar mata uang asing. Tahun lalu, Jeep sudah mengirim 173 unit mobil ke tangan konsumen Indonesia.

"Sebenarnya dari sales order itu sama dengan target kita kurang lebih di 250-an tahun lalu. Cuma karena supply semi konduktor yang berkurang yang hanya terkirim di 173 unit. Sehingga ada sekitar 100-an unit yang kita carry over di tahun ini. Dari demand, supply kita masih lebih sedikit dibandingkan demand-nya," ungkap Dhany.

"Tahun 2022 tumbuh cukup baik, dari sekitar 250-270-an. Kita sekarang ada sales order 400-an unit, yang bisa terkirim hingga akhir tahun ini mungkin sekitar 190 - 200 unit. Jadi ada 200 unit yang akan kita carry over di tahun depan," tambah dia.

"Pertumbuhannya positif walaupun terganggu dari sisi harga, dikarenakan rupiah kita jatuh, dan inflasi di Amerika, sehingga juga harus ada kenaikan harga di tahun ini, dan untuk model year 2023. Namun animo maupun juga pecinta Jeep ini cukup baik," tambah dia.

Soal pertumbuhan dealer, pihaknya menargetkan Jeep bisa membangun sekitar 8 lokasi baru di Indonesia hingga tahun 2023.

"Pertumbuhan dari jaringan dealer kita, awalnya 2020 hanya ada dua dealer di Jakarta, 2021 kita ada nambah di Surabaya, terus kita ada nambah lagi tahun ini ada di Makassar, ada enam dealer. Tahun depan ada satu dealer lagi, ada penambahan dua lagi. Jadi ada 8 sales outlet dealership, di Bali mungkin Q1 sudah bisa berjalan, lalu di Makassar, dari Makassar akan mengembangkan ke Kalimantan," ungkap Dhani.

Saat ini PT DAS Indonesia Motor memasarkan Jeep Wrangler mulai dari Rp 1,6 Miliar, Gladiator Truck Rp 1,98 miliar, dan termurah Jeep Compass Rp 699 juta.

Jeep bangkrut di China

Penjualan untuk usaha GAC, yang menjual SUV Jeep Cherokee dan crossover Compass telah menurun tajam selama empat tahun terakhir. Mereka anjlok 50% pada 2021 dari tahun sebelumnya menjadi 20.396 kendaraan. Untuk tahun 2022, GAC telah menjual kurang dari 2.000 kendaraan, dan pada bulan Mei dilaporkan hanya menjual satu unit.

Perusahaan patungan antara Stellantis (STLA.MI) dan Guangzhou Automobile Group (GAC) mengajukan bangkrut. Jeep mengalami bangkrut setelah mengalami kemerosotan penjualan di China.

(riar/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT