Honda Catat Rekor Penjualan Tertinggi: Brio Terlaris, Mobilio Laku Segini

ADVERTISEMENT

Honda Catat Rekor Penjualan Tertinggi: Brio Terlaris, Mobilio Laku Segini

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 19 Okt 2022 11:58 WIB
Honda HR-V SE
Honda HR-V Foto: Citra Nur Hasanah / 20detik
Jakarta -

Honda menorehkan catatan manis pada bulan September 2022. Penjualan retail (distribusi dealer ke konsumen) bulan ini mencapai 12.977 unit tertinggi Honda pasca pandemi COVID-19 di Indonesia yang berlangsung 2 tahun.

Secara total, penjualan retail Honda di tahun 2022 tercatat sebanyak 88.393 unit, meningkat sebesar 29 % dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Penjualan Honda di tahun ini terutama ditopang dari tiga teratas, yakni Honda Brio, All New Honda HR-V dan All New Honda BR-V.

Per September 2022 Honda Brio Satya berhasil terjual sebanyak 4.950 unit sementara itu Honda Brio RS sebanyak 1.059 unit. Honda Brio secara total sudah berhasil terjual sebanyak 41.778 unit pada periode Januari hingga September 2022.

All New Honda HR-V mencatat penjualan retail tertingginya di tahun ini setelah mengumpulkan penjualan sebesar 3.003 unit. Honda HR-V sudah berhasil terjual sebanyak 16.745 unit pada periode Januari hingga September 2022.

Selain itu juga All New Honda BR-V kembali mencatat penjualan retail bulanan tertingginya di tahun ini dengan mencapai angka penjualan 2.538 unit. Secara kumulatif Januari-September 2022, All New Honda BR-V sudah terjual sebanyak 16.915 unit.

Model penjualan Honda per September 2022 Honda lainnya, yaitu Honda City Hatchback RS terjual sebanyak 615 unit, New Honda CR-V sebanyak 600 unit, All New Honda Civic RS sebanyak 70 unit, New Honda Mobilio sebanyak 61 unit, All New Honda City 57 unit, unit dan New Honda Accord 24 unit.

Seperti diketahui, dampak pandemi terhadap penjualan Honda mulai disebabkan pembatasan aktivitas masyarakat dan pasokan komponen untuk produksi pada tahun 2020. Penjualan Honda mulai meningkat secara bertahap di tahun 2021 dan 2022, meskipun kendala kelangkaan komponen masih membatasi pasokan produk untuk memenuhi permintaan konsumen yang kembali mulai tinggi.

"Meskipun belum sepenuhnya kembali ke level sebelum pandemi, penjualan Honda saat ini telah menunjukkan trend pertumbuhan yang sangat baik karena didukung penyegaran produk-produk kami dan aktivitas masyarakat yang mulai kembali meningkat. Meskipun demikian, dampak pandemi saat ini masih cukup terasa terutama dari sisi pasokan komponen yang menyebabkan tingkat produksi masih belum stabil. Karena itu, kami akan terus memonitor kondisi pasokan komponen dan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat secepatnya memenuhi seluruh permintaan konsumen di Indonesia," ujar Yusak Billy sebagai Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor.



Simak Video "Bukan LCGC atau MPV, Masa Depan Mobil di Indonesia Bergerak ke SUV"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT