Bingung Stargazer Pakai Pertalite atau Pertamax? Begini Kata Hyundai

ADVERTISEMENT

Bingung Stargazer Pakai Pertalite atau Pertamax? Begini Kata Hyundai

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 06 Okt 2022 09:38 WIB
Test drive Hyundai Stargazer
Hyundai Stargazer boleh minum Pertalite (Foto: Luthfi Anshori/detikOto)
Jakarta -

Ada ragam jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditawarkan dalam negeri. Pengendara bisa memilih BBM dengan menyesuaikan spesifikasi mesin supaya mobil lebih awet. Tapi tidak jarang juga yang memilih BBM karena pertimbangan harga tanpa memikirkan soal spesifikasi mesinnya.

Perdebatan soal pemilihan BBM ini biasanya juga melibatkan model baru, salah satunya Hyundai Stargazer. Sebagai model baru, Stargazer yang memenuhi standar Euro 4 dianjurkan menggunakan BBM minimal RON 92. BBM RON 92 dapat ditemui pada Pertamax, BP 92, Shell Super, hingga Revvo 92.

Technical Manager Before Service Department PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Sugiartono juga mengamini hal tersebut. Sugiartono menyarankan agar Stargazer bisa menggunakan BBM dengan kadar RON minimal 91.

"Rasio kompresi mesin (Stargazer) 10,5. Kita ikuti rekomendasi dari Hyundai Global, itu minimum (RON) 91," jelas Sugiartono belum lama ini.

Meski demikian, Hyundai tak serta merta melarang para pemilik Stargazer untuk mengisi BBM dengan kadar RON di bawah itu. Chief Operating Officer (COO) Hyundai Motors Indonesia Makmur menambahkan bahwa terpenting bagi pengendara untuk mencari BBM yang tidak mengandung timbal, meskipun kadar RON-nya lebih rendah dari yang dianjurkan.

"Pertanyaannya boleh nggak (Stargazer) minum Pertalite? Boleh. Kita tidak bisa melarang konsumen pada saat ingin memakai Pertalite," tambah Makmur.

Hyundai juga menegaskan masa warranty Stargazer tak serta merta gugur karena menggunakan Pertalite yang memiliki kadar RON rendah. Namun, bila yang diincar adalah performa mobil optimal maka pengendara lebih disarankan untuk memilih Pertamax dan sejenisnya.

"Tapi seperti saya katakan, kalau kita menggunakan kendaraan, kita harus mendapatkan fun to drive (kesenangan berkendara). Maka kami rekomendasikan gunakanlah bahan bakar sesuai rekomendasi dari pabrikan," pungkas Makmur.



Simak Video "Ini Dampak Motor Diisi Bensin yang Terlalu Tinggi RON-nya"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT