ADVERTISEMENT

September Mulai, Mobil di Bawah 1.500 cc Serbu Daftar Beli Pertalite

Dina Rayanti - detikOto
Kamis, 11 Agu 2022 09:55 WIB
PT Pertamina (Persero) sudah siap untuk menjual produk bensin terbarunya yakni Pertalite. Bensin RON 90 ini akan dijual pertamakali di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta pada Jumat (24/7/2015) mendatang. Petugas beraktivitas di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta, Selasa (21/7/2015). Pada Jumat (24/7/2015) mendatang, SPBU ini siap menjual Pertalite RON 90.  Hasan Al Habshy/detikcom.
Mobil di bawah 1.500 cc dominasi pendaftaran beli Pertalite. (Foto: Hasan Al Habshy)
Jakarta -

Mulai September, beli BBM subsidi jenis Pertalite akan dibatasi. Untuk itu, hanya kendaraan kriteria tertentu saja yang nantinya masih diperbolehkan 'minum' Pertalite. Meski belum ketok palu, kabarnya hanya mobil di bawah 1.500 cc yang pada September boleh mengisi Pertalite.

Kabar tersebut tampaknya sudah tersebar luas. Sebagian besar masyarakat Indonesia yang memiliki mobil di bawah 1.500 cc pun sudah mendaftarkan kendaraannya agar tetap bisa mengisi Pertalite.

"Kalau pendaftaran untuk Pertalite mayoritas di bawah 1.500 cc," ungkap Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting dikonfirmasi detikcom, Rabu (10/8/2022).

Sejauh ini, pemerintah masih menggodok kriteria kendaraan yang masih boleh mengkonsumsi Pertalite dengan merevisi Perpres no.191/2014. Anggota Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Saleh Abdurrahman baru-baru ini mengungkap belum ada perubahan terkait dengan kriteria kendaraan yang bisa mengkonsumsi Pertalite.

"Belum (ada perubahan), masih seperti yang sebelumnya di atas 1.500 tidak boleh dan motor di atas 250 cc," beber Saleh.

Bila aturannya tidak berubah lagi, berdasarkan data kategori Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mobil dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc ini ada ragam model yang ditawarkan. Mulai dari Low Cost Green Car (LCGC), Low MPV, sedan, hatchback hingga Low SUV pun tersedia.

Di segmen LCGC ini dihuni oleh lima model yaitu:
1. Toyota Agya,
2. Toyota Calya,
3. Honda Brio Satya,
4. Daihatsu Ayla, dan
5. Daihatsu Sigra

Keseluruhan model mobil LCGC memiliki kapasitas mesin di bawah 1.500 cc atau lebih tepatnya 1.200 cc. Meski begitu, LCGC sebenarnya dianjurkan untuk mengkonsumsi BBM dengan Research Octane Number (RON 92) atau jenisnya sekelas Pertamax, Revvo 92, atau Shell Super.

Beralih ke segmen Low MPV. Hampir seluruh mobil Low MPV punya kapasitas mesin maksimal 1.500 cc, umumnya 1.498 cc atau 1.497 cc. Mobil di segmen Low MPV yaitu
1. Toyota Avanza,
2. Daihatsu Xenia,
3. Mitsubishi Xpander,
4. Wuling Confero S,
5. Honda Mobilio,
6. Nissan Livina,
7. Suzuki Ertiga, dan
8. Hyundai Stargazer.

Segmen selanjutnya adalah Low SUV. Beberapa model Low SUV ini punya kapasitas mesin beragam. Ada yang 1.000 cc turbo, 1.200 cc, dan 1.500 cc. Rincian modelnya sebagai berikut.
1. Daihatsu Rocky,
2. Toyota Raize,
3. Honda HR-V,
4. Daihatsu Terios,
5. Nissan Magnite,
6. Renault Triber
7. DFSK Glory 560
8. Wuling Almaz RS
9. Toyota Rush

Sedan pun demikian. Ada beberapa model mobil sedan yang menggendong mesin dengan kapasitas di bawah 1.500 cc. Modelnya antara lain
1. Honda City,
2. Toyota Vios,
3. Mercedes-Benz A 200, dan
4. Mazda 2 sedan

Segmen hatchback, secara spesifikasi juga memenuhi kriteria mesin di bawah 1.500 cc dengan rincian sebagai berikut.
1. Honda Brio RS,
2. Honda City Hatchback RS,
3. Suzuki Ignis,
4. Toyota Yaris
5. Mazda 2 hatchback



Simak Video "Beli Pertalite Wajib Pakai Aplikasi, Kapan Berlakunya?"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT