ADVERTISEMENT

Spion Kurang Laku, Part Mobil Ini yang Paling Banyak Dicuri di Amerika

Hafizh Gemilang - detikOto
Senin, 01 Agu 2022 12:33 WIB
Catalytic Converter Toyota
Catalytic converter jadi part mobil yang marak dicuri di Amerika Serikat (dok. Toyota of North Charlotte)
Jakarta -

Praktik pencurian onderdil atau part mobil masih berkeliaran. Ragam part digasak mulai dari spion, ban serep, hingga part vital lainnya.

Organisasi non-profit yang khusus menangani masalah penipuan asuransi dan kriminal di Amerika Serikat, National Insurance Crime Bureau (NICB), mencatat saat ini angka pencurian part mobil kian meningkat.

Tak tanggung-tanggung, part mobil yang digasak adalah konverter katalis alias catalytic converter. Menurut NICB, pencurian part ini terus meningkat tiap tahunnya, bahkan tembus 2 ribuan kasus dalam satu bulan.

"Pada 2018, tercatat 1.298 kasus pencurian catalytic converter. Pada 2019, tercatat 3.389 kasus pencurian. Pada tahun 2020, pencurian catalytic converter yang dilaporkan melonjak secara besar-besaran menjadi 14.433, dengan Desember memimpin dengan 2.347 pencurian, atau sekitar 16 persen dari total tahunan hanya dalam satu bulan," tulis NICB.

Catalytic converter merupakan par yang dipasang di saluran gas buang mesin. Bentuknya seperti pipa katalis yang di terletak di jalur knalpot.

Dari namanya dapat diketahui, fungsi dari catalytic converter adalah sebagai katalis dari gas buang kendaraan atau didesain untuk mengurangi emisi.

Alasan part tersebut menjadi incaran para pencuri adalah karena catalytic converter bernilai tinggi dan dirancang dengan metal seperti platinum, palladium, atau rhodiam.

Menurut NICB, para pencuri menjual satu catalytic converter dengan harga mulai dari US$ 60 hingga US$ 250 atau sekitar Rp 746 ribu hingga Rp 3,7 jutaan.

Pencurian catalytic converter ini diklaim cenderung mudah dilakukan. NICB mengatakan butuh beberapa menit saja untuk membongkar part tersebut menggunakan alat yang dapat dibeli di banyak toko perkakas.

Namun kerugian bagi para pemilik kendaraan yang kehilangan catalytic converter sangatlah besar. NICB mengatakan, setidaknya butuh belasan hingga puluhan juta rupiah untuk memperbaiki kerusakan akibat kehilangan catalytic converter.

"Ini mahal bagi pemilik kendaraan karena kehilangan banyak waktu kerja untuk mencari dan membayar transportasi alternatif, dan kemudian membayar sekitar $1.000 hingga $3.000 (setara dengan Rp 14,9 juta hingga Rp 44,7 juta) untuk memperbaiki mobil Anda," tulis NICB.



Simak Video "Polisi Tetapkan Orang Tua yang Rantai Anaknya di Bekasi Jadi Tersangka"
[Gambas:Video 20detik]
(mhg/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT