Prediksi Model Terlaris dan Strategi Mitsubishi Gaet Konsumen di 2022

M Luthfi Andika - detikOto
Jumat, 25 Mar 2022 20:47 WIB
Pameran Jakarta Autoweek 2022 tengah digelar di JCC, Jakarta, Selasa (15/3/2022). Mitsubishi ikut meramaikan ajang tersebut.
Ilustrasi pameran Mitsubishi Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Agen Pemegang Merek (APM) Mitsubishi, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), coba memberi pandangan bagaimana perkembangan industri otomotif Indonesia pada 2022 besok.

Mitsubishi menilai industri otomotif Indonesia bakal tumbuh dengan kebijakan yang mendukung. Seperti yang disampaikan Director Sales and Marketing Divison PT MMKSI, Tetsuro Tsuchida.

"Pasar otomotif di 2021 masih belum sepenuhnya merata pulih dari kondisi pandemi. Segmen pasar yang sangat besar saat ada kebijakan PPnBM adalah Small MPV seperti Toyota Avanza dan Xpander," ucap Tetsuro.

"Namun dengan adanya PPnBM kami melihat setiap segmen di 2022 memiliki peluang besar, termasuk tidak terbatas untuk SUV. Yang jelas, kendaraan SUV baik dengan ciri-ciri khas Sport Ulitity maupun yang cuma bentuknya saja, akan mengalami peningkatan, tidak hanya di Indonesia tapi global," Tetsuro menambahkan.

Meski demikian, Tetsuro memastikan Mitsubishi akan mengikuti perkembangan pasar otomotif. "Tentunya kami juga mengamati dan mempelajari tren terbaru seperti yang sudah dijelaskan tadi, kita memang harus ikuti trend pasar, tapi di satu sisi kendaraan yang kita pasarkan tetap berkarakter Mitsubishi dan sesuai preferensi pelanggan kami," ucap Tetsuro.

Bicara soal 2022, Mitsubishi juga mengatakan memiliki strategi baru yang diharapkan bisa menambah kepercayaan konsumen dalam memilih kendaraan Mitsubishi.

Pameran Jakarta Autoweek 2022 tengah digelar di JCC, Jakarta, Selasa (15/3/2022). Mitsubishi ikut meramaikan ajang tersebut.Pameran Jakarta Autoweek 2022 tengah digelar di JCC, Jakarta, Selasa (15/3/2022). Mitsubishi ikut meramaikan ajang tersebut. Foto: Agung Pambudhy

"Seperti yang saya berikan tadi dalam presentasi, selama pandemi kami melihat customer mengalami kesulitan datang ke dealer. Jadi kami harus menciptakan kegiatan yang menjaga jarak customer dengan brand Mitsubishi, makanya kami bikin Stay With Me lanjutan dari Don't Forget Mi. itu jadi pemicu yang baik," ujar Director After Sales Division PT MMKSI, Eiichiro Hamazaki.

"Selanjutnya kami untuk menjaga pelayanan yang tetap maksimal kepada konsumen selama pandemi ini, kami menjaga kontak dengan safety protocol di setiap dealer yang kami maksimalkan supaya tidak terjadi penyebaran buat konsumen yang datang ke dealer. Termasuk mengkondisikan antrean supaya tidak terlalu antre. Kami mengedepankan service booking lewat penggunaan MMID, untuk menyesuaikan waktunya agar tidak ada penumpukan dealer," ucapnya.

Tidak hanya dalam bentuk offline, penambahan pelayanan melalui online dengan bekerjasama dengan e-commerce. Sehingga konsumen tidak mengalami kesulitan dalam melakukan transaksi.

"Kondisi pandemi saat ini adalah yang membuat kami masuk ke e-commerce. Maka seperti ada cara lain untuk bisa menyelamatkan penjualan suku cadang,. Target utamanya adalah orang orang yang melakukan perawatan sendiri di rumah atau bengkel-bengkel. Memang saat ini memang belum memenuhi kebutuhan yang ada. Jadi kami mencoba memenuhi tantangan ini. Hasilnya tidak buruk," kata Eiichiro Hamazaki.

Selanjutnya Eiichiro juga mengatakan untuk bisa memasarkan spare part melalui online menjadi hal baru dan tidak mudah.

"Tantangannya adalah suplai dari sparepart, jadi kami harus menyiapkan ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan di e-commerce. Jadi keuntungan dari e-commerce adalah waktunya yang terstruktur. Kedua adalah setting harga, tentu e-commerce ada keuntungan dari setting harga. Tentu kami memberikan harga yang sesuai dengan dealer," Eiichiro mengatakan.

"Jadi kami harus tetap membuat keseimbangan antara suplai buat dealer dan suplai di e-commerce. Itu yang harus kami lewati tantangannya. Untuk strategi, kami memang baru satu bulan mulainya, jadi kami harus memahami demografi konsumen e-commerce. Jadi kami masih baru, saat ini kami masih menganalisa demografi konsumennya. Jadi kami setelah menganalisa permintaan dan memahami, line up yang dibutuhkan atau sesuai dengan kebutuhan konsumen e-commerce. Kami meminta maaf kami baru menyediakan pelumas dan chemical lainnya. Setelah strategi dikumpulkan kami akan meluaskan lagi penawaran produk lainnya," tutup Eiichiro.



Simak Video "Bye...! Mitsubishi Eclipse Cross Pamit dari Indonesia "
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)