267.224 Unit Mobil 'Made In Indonesia' Diekspor, Suzuki Salip Mitsubishi

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 15 Des 2021 17:54 WIB
Kegiatan ekspor mobil terus dilakukan meski di tengah pandemi COVID-19. Pasalnya, kegiatan ekspor merupakan salah satu pemasukan devisa ke negara.
Ilustrasi ekspor mobil Foto: Pradita Utama
Jakarta -

'Mobil buatan Indonesia' yang diekspor ke luar negeri meningkat. Mobil CBU (Completely Built Up) dari Indonesia meningkat 29,3 persen sepanjang Januari - November 2021 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dikutip dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Rabu (15/12/2021), ekspor mobil Indonesia tercatat berada di angka 267.224 unit sepanjang Januari-November 2021.

Mobil yang dibuat di Indonesia ini mengalami peningkatan 29,3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sebagai pembanding, pada periode Januari-November 2021, ekspor mobil tercatat 206.685 unit. Sedangkan dari bulan Oktober ke November 2021 naik 10,1 persen.

Tercatat ada sembilan pabrikan yang mengekspor mobil yang dibuat di Indonesia secara CBU. Daihatsu yang memproduksi dan mengekspor mobil merek Daihatsu, Mazda dan Toyota, menjadi penyumbang ekspor terbanyak dari Indonesia.

Sepanjang Januari - November tahun ini, mobil buatan PT Astra Daihatsu Motor dikirim ke luar negeri sebanyak 108.500 unit. Model mobil itu terdiri dari mobil Daihatsu Gran Max, Mazda Bongo (kembaran Gran Max), Toyota Lite Ace, Toyota Avanza, Toyota Rush, Toyota Raize, serta Toyota Wigo (kembaran Agya).

Kenaikan ekspor Daihatsu juga terjadi jika dilihat secara bulanan. Sebanyak 13.393 unit dikirim ke luar negeri pada November 2021. Ada selisih 31,4 persen jika dibandingkan pada bulan sebelumnya.

Selanjutnya PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menjadi penyumbang ekspor terbanyak kedua. Data Gaikindo mencatat, Toyota mengekspor mobil sebanyak 61.044 unit pada Januari - November 2021. PT TMMIN mengekspor mobil-mobil Toyota seperti Toyota Fortuner, Toyota Innova, Toyota Sienta, Toyota Vios, serta Toyota Yaris.

Berikutnya adalah Mitsubishi Motors yang mengekspor mobil sebanyak 46.704 unit sepanjang Januari - November 2021. Saat ini, Mitsubishi mengekspor mobil Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross.

Kemudian Suzuki mengirim mobil buatan Indonesia ke luar negeri sebanyak 39.571 unit. Adapun mobil Suzuki buatan Indonesia yang dijual di luar negeri antara lain Suzuki Ertiga, Suzuki XL7, Suzuki Carry, dan Suzuki APV.

Honda juga mengirim mobil yang dibuat di Indonesia ke luar negeri. Totalnya sebanyak 6.840 unit mobil Honda diekspor ke Filipina dan Vietnam. Mobil Honda yang diekspor itu adalah Honda Brio.

Pada periode yang sama, Hino mengekspor kendaraan komersial sebanyak 2.805 unit. Hyundai mengekspor H-1 (Grand Starex) sebanyak 836 unit. DFSK mengirim 870 unit mobil buatan Indonesia ke luar negeri.

Jika mengacu pada angka bulanan per November 2021, pabrikan Suzuki menyalip Mitsubishi untuk masuk top 3 yang mengekspor mobil. Suzuki mencatatkan angka 4.913 unit, sedangkan Mitsubishi sebanyak 4.568 unit.

Terakhir, Wuling mengekspor 54 unit mobil Wuling Cortez dan Chevrolet Captiva buatan Indonesia. Pengapalan Wuling mengalami penurunan secara drastis jika dibandingkan dengan periode yang sama. Misalnya pada Januari-Oktober 2020 lalu, Wuling berhasil mengirimkan sebanyak 482 unit.

Berikut ini daftar pabrikan yang melakukan ekspor ke luar negeri secara CBU:

Januari - November 2021

1. Daihatsu: 108.500
2. Toyota: 61.044
3. Mitsubishi: 46.704
4. Suzuki: 39.571
5. Honda: 6.840
6. Hino: 2.805
7. DFSK: 870
8. Hyundai - HIM: 836
9. Wuling: 54

Ekspor pada bulan November 2021:

1. Daihatsu: 13.393 unit
2. Toyota: 6.401 unit
3. Suzuki: 4.913 unit
4. Mitsubishi: 4.568 unit
5. Honda: 1.840 unit
6. DFSK: 119 unit
7. Hino: 35 unit
8. Hyundai - HIM: 0 unit
9. Wuling: 0 unit

(riar/lth)