ADVERTISEMENT

Harga Mobil Listrik Tesla Naik Dua Kali dalam Seminggu

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Sabtu, 27 Nov 2021 17:19 WIB
Ben Rich charges his Tesla vehicle at a super charging station in Parsippany, New Jersey on May 06, 2021. - With more electrical models soon hitting showrooms, the focus will shift to consumer willingness to pivot to electric cars at a time when conventional gas stations remain familiar and ubiquitous. (Photo by Kena Betancur / AFP)
Tesla menaikkan harga mobilmnya dua kali dalam sepekan (AFP/Kena Betancur)
Jakarta -

Tesla baru-baru ini menaikkan harga mobil listriknya di pasaran. Bahkan, Tesla sampai dua kali menaikkan harga mobilnya dalam kurun satu pekan. Ada apa?

Dikutip dari Electrek, kendaraan listrik Tesla yang harga jualnya naik adalah Model 3 RWD dan Model Y RWD. Kedua mobil ini masuk ke dalam produk entry-level Tesla.

Sebagai rincian, Tesla Model 3 RWD yang punya jarak tempuh sejauh 556 km dalam sekali nge-charge, harganya naik sekitar 1,9% menjadi US$ 39.992 atau sekitar Rp 573 juta.

Namun lima hari setelah itu, Tesla kembali menaikkan harga Model 3 RWD lagi. Saat ini, harga mobil listrik Tesla dengan model tersebut sudah menyentuh US$ 40.100 atau sekitar Rp 574 juta.

Hal yang sama juga terjadi pada Tesla Model Y, kini harga jual mobil listrik tersebut di pasaran sebesar US$ 43.950 atau setara dengan Rp 630 juta.

Usut punya usut, Tesla menaikkan harga dua model kendaraan listriknya karena adanya pengurangan subsidi yang diberikan pemerintah terhadap mobil ramah lingkungan.

Tidak hanya itu saja, krisis chip semikonduktor secara global ternyata juga berdampak pada perusahaan milik Elon Musk tersebut. Alhasil, Tesla terpaksa harus menaikan harga sejumlah model yang dijual di pasar otomotif China dan Amerika Serikat.

Naiknya harga mobil listrik Tesla diprediksi dapat memengaruhi penjualan, khususnya di China. Model 3 dan Model Y adalah dua tipe mobil EV Tesla yang cukup laris dibeli oleh masyarakat China, meskipun masih kalah saing dengan Wuling Hongguang Mini EV.

Tesla juga sudah memiliki pabrik yang berlokasi di Shanghai. Di sana, Tesla memproduksi Model 3 dan Model Y yang akan digunakan di dalam negeri serta di ekspor ke sejumlah negara.

Hadirnya pabrik tersebut membuat harga mobil listrik Tesla lebih murah ketimbang dipesan dari luar negeri. Hal ini membuat Gigafactory Shanghai terus meningkatkan produksi mobil listrik Tesla hingga 300 ribu unit per tahun.

Meski begitu, krisis chip semikonduktor tak bisa dihindari. Alhasil, Tesla terpaksa menaikkan harga jual Model 3 dan Model Y serta menghilangkan sejumlah fitur di dalam mobil.

Seperti port USB yang terdapat pada konsol tengah Model 3 dan Model Y yang kini hanya dapat digunakan untuk mengisi daya baterai, tidak dapat lagi digunakan untuk transfer data ke dalam chip.



Simak Video "Bukan Lagi Tesla, Ini Raja Mobil Listrik Dunia!"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT