Cerita di Balik Desain All New Xenia: Sempat Khawatir Susah Dijual, Aksen Chrome Dibuang

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 15 Nov 2021 19:34 WIB
Jakarta -

All New Daihatsu Xenia kini menjadi low MPV (multi purpose vehicles) bergaya sporty. Seiring berubahnya desain dan platform berganti total. Ada cerita di balik perubahan besar dari mobil kembar Toyota Avanza ini.

Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso, menceritakan pihaknya sempat pesimistis dengan desain Xenia generasi ketiga yang ditawarkan Daihatsu Motor Corporation.

"AI-DSO waktu itu ikut ke Jepang. Waktu pertama kali saya lihat desain awal. Jujur waktu itu saya bilang 'kalau modelnya seperti ini sulit nih bagi AI-DSO menjualnya, nggak pede," ujar Hendrayadi saat ditemui di booth GIIAS 2021, ICE-BSD, Tangerang.

Hendra kemudian memberi masukkan kepada tim DMC dan rekan-rekan Research and Development PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Kini dengan tampang All New Daihatsu Xenia, pihaknya peda bisa menjual 2.000 - 2.500 unit per bulannya.

"Akhirnya tim DMC menerima masukkan. Begitu saya melihat yang terakhir, saya yakin ini yang terbaik dan yang paling diterima masyarakat Indonesia. Saya melihat beberapa sketch sebelumnya. Ini yang terbaik," kata Hendra.

Mark Wijaya, Styling Design R&D Center PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menjelaskan desain Xenia yang menggunakan platform lama kabin tinggi menjadi sleek design dihasilkan dari kerjasama antara tim R&D Indonesia dan Daihatsu Motor Company (DMC) di Jepang.

"Ketika kita dihadapkan dengan project Xenia full model change. Ini sebuah hal yang berat. Saya bukan satu-satunya desainer yang membuat Xenia, saya perwakilan tim Daihatsu Jepang dan Indonesia," buka Mark dalam kesempatan yang sama.

Sebagai informasi, Xenia telah hadir selama 18 tahun di Indonesia sejak 2004, dan telah dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan sebutan "Mobil Sejuta Umat". Sejak awal diluncurkan, Xenia telah terjual lebih dari 683 ribu unit di Indonesia hingga kini.

"Ketika kita pertama kali dapat project ini dan harus dilakukan, kita nggak bisa langsung start gambar. Kita lakukan adalah berdiskusi, karena mulai dari generasi pertama, dan kedua. Xenia telah berhasil memikat sahabat keluarga Indonesia. Terbukti sebelum generasi ketiga di keluarkan masih bisa diterima," sambung dia.

Beberapa sentuhan seperti chrome bahkan dihapus, karena dinilai tidak sesuai dengan selera masyarakat Indonesia serta konsep mobil. Beberapa aksen hitam dan aksen merah terpasang, misalnya pada panel meter, jok, list depan moncong mobil supaya kesan sporty makin terpancar.

"Xenia yang sekarang itu, Xenia yang berbeda sekali. Red aksen, bukan asal milih warna. Warna merah karena logo Daihatsu warna merah, yang kedua karena warna merahnya diambil dari mobil kuno Daihatsu, namanya Compagno, yang kita angkat kita kembali di Daihatsu Rocky," terang Mark.

"Kita nggak punya chrome, memang kita sengaja hilangkan. Dan itu perjuangan besar, karena selama ini di Jepang suka chrome mewakili barang mewah, tapi kalau kita tidak. Kita ingin sporty," sambung dia.

Marketing Director & Corporate Planning and Communication Director ADM, Amelia Tjandra juga mengatakan All New Daihatsu Xenia lahir atas diskusi panjang antara pihak Jepang dan Indonesia.

"Tanpa mereka desainnya beda sekali. Saya harus katakan pada waktu pertama kali ditampilkan, totally beda dengan sekarang, dan kami menunjukkan kepada pihak Jepang, bukan seperti ini yang kami mau. Dan perjuangan ini yang dilakukan oleh seluruh tim RnD ini," kata Amel.

"Termasuk pak Hen, waktu itu kami komentar. Kalau di sana ditawarkan mobil yang ditawarkan di awal, saya yakin seyakin-yakinnya karena desain itu tidak cocok, tidak sesuai dengan selera harapan orang Indonesia," jelasnya.

(riar/lua)