Toyota Kembali Pangkas Produksi Mobil Akibat Krisis Chip Semikonduktor

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Selasa, 14 Sep 2021 07:48 WIB
Toyota Camry anyar
Toyota berencana memangkas jumlah produksi (Toyota)
Jakarta -

Toyota berencana akan kembali memangkas produksi kendaraan sampai Oktober mendatang. Hal ini karena masih tingginya kasus COVID-19 yang telah memperlambat produksi serta krisis komponen chip semikonduktor.

Dampak dari langkanya chip semikonduktor sangat terasa bagi pabrikan otomotif secara global. Hal ini juga dirasakan oleh Toyota yang saat ini harus memangkas jumlah unit produksinya.

Dikutip dari New York Times, masalah kembali datang saat pabrik Toyota di Asia Tenggara harus ditutup. Faktor ini disebabkan tingginya kasus COVID-19 di sejumlah negara dan berdampak pada produksi mobil.

Atas dampak tersebut, ini merupakan yang kedua kalinya dalam dua bulan berturut-turut Toyota harus memangkas produksi kendaraan. Diprediksi pada Oktober mendatang, Toyota harus memangkas lebih dari 330 ribu unit kendaraan.

Sementara di bulan ini, Toyota berencana akan menurunkan jumlah produksinya mencapai 70 ribu unit kendaraan. Hal ini mengalami penurunan cukup jauh dari target awal produksi yang telah ditentukan sebelumnya.

Awalnya Toyota menargetkan dapat memproduksi sebanyak 9,3 juta unit kendaraan di tahun ini. Namun, dampak pandemi dan langkanya chip semikonduktor membuat pabrikan asal Jepang tersebut berharap dapat menyentuh angka 9 juta unit.

Kepala Eksekutif Toyota,Kazunari Kumakura mengatakan jika dampak dari pandemi COVID-19 sangat kuat dalam mempengaruhi produksi mobil. Hal ini ditambah dengan adanya krisis komponen chip semikonduktor yang belum kunjung usai.

"Ini adalah kombinasi dari virus corona dan krisis chip semikonduktor, tetapi saat ini virus corona yang memiliki dampak luar biasa," kata Kazunari Kumakura.

Meski harus memangkas jumlah produksi mobil, Toyota masih jadi yang terbaik dalam menangani masalah ini dibandingkan produsen otomotif lain. Hal ini karena Toyota punya hubungan dekat dengan para pemasok chip semikonduktor untuk mobil dan suku cadang.

Sebagian produsen otomotif memprediksi jika langkanya komponen chip semikonduktor akan terus terjadi sampai 2022 mendatang. Kini, hampir seluruh produsen telah mengurangi jumlah produksi dan bahkan menghentikan operasional pabrik sementara waktu.



Simak Video "#ToyotaDigitalLaunch Total Mobility Solution"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)