Diskon PPnBM 100% Segera Habis, Diusulkan Diperpanjang Terus Sampai Akhir Tahun

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 19 Agu 2021 15:46 WIB
Penjualan Domestik Kendaraan Komersial Naik

Sejumlah mobil terparkir di Car Port Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/3/2018). Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan bahwa penjualan domestik kendaraan komersial sampai pada 2017, 235.307 unit terbagi di antaranya truk naik 45%, pickup naik 6 persen, dan double cabin naik 46 persen. Grandyos Zafna/detikcom
Berdampak positif, diskon PPnBM diharapkan bisa diperpanjang. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Sejak Maret 2021, pemerintah memberlakukan diskon PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah). Awalnya, PPnBM 0% diberlakukan tiga bulan yaitu Maret-Mei 2021. Tapi kemudian kebijakan itu diperpanjang sampai Agustus.

Akhir bulan ini, PPnBM 0% bakal berakhir. Sisanya akan diberlakukan diskon PPnBM 25%. Artinya, mulai bulan depan jika kebijakan tidak berubah maka harga mobil akan naik dengan diberlakukan PPnBM 75%.

Namun, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap diskon PPnBM bisa diperpanjang. Soalnya, menurut Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, diskon PPnBM memiliki dampak positif.

"Mudah-mudahan jika pemerintah mendengar, siapa tahu oke diperpanjang sampai akhir tahun supaya betul-betul industri otomotif komplet bisa recovery di tahun 2021," kata Nangoi dalam webinar "Evaluasi Dampak Program Relaksasi PPnBM DTP Kendaraan Bermotor", Kamis (19/8/2021).

Menurut Nangoi, diskon PPnBm telah menyelamatkan industri otomotif. "Dengan inisiatif pemerintah ini, maka industri otomotif di Indonesia bisa terselamatkan dan tumbuh tidak terlalu jelek dibandingkan negara-negara lain," ujar Nangoi.

Dengan menyelamatkan industri otomotif, dampaknya cukup banyak. Beberapa di antaranya termasuk menyelamatkan tenaga kerja hingga ekspor kendaraan.

"Keuntungannya untuk kita adalah bahwa yang namanya industri otomotif bisa kembali bergulir. Sehingga dengan sangat bangga kita utarakan bahwa boleh dikata di industri otomotif tidak dan mudah-mudahan tidak terjadi yang namanya PHK karyawan. Yang ada adalah karyawan kontrak, karyawan yang sifatnya kontrak, habis kontraknya maka tidak diperpanjang lagi. Bahkan sejak bergulirnya relaksasi PPnBM ini, maka para industri otomotif Indonesia mulai lagi mencari karyawan-karyawan baru apakah itu kontrak, segala macam. Sehingga menunjukkan identitas bahwa industri kita membaik," ucap Nangoi.

Keuntungan selanjutnya adalah ekspor kendaraan buatan Indonesia kembali bergulir. Nangoi mengatakan, pihaknya berharap agar ekspor mobil tahun ini bisa kembali ke angka 300 ribu unit setelah turun menjadi 230 ribu unit tahun lalu.

Selanjutnya, dengan adanya diskon PPnBM, konsumen akan kembali bergairah untuk membeli kendaraan baru. Nangoi juga mengatakan bahwa diskon PPnBM membuat pendapatan pemerintah ikut naik, terutama dari sektor PPn, PPh, dan pendapatan daerah seperti bea balik nama dan pajak kendaraan bermotor.

Karena dampak positif itu, Gaikindo berharap diskon PPnBM bisa diperpanjang. "Terus terang kami memberikan isyarat-isyarat sedikit karena kita tahu pemrintah repot (menangani pandemi COVID-19). Setelah melihat hasil persentase ISI (Institute for Strategic Iniciatives), kebijakan tersebut cukup baik maka kami memberanikan diri menuliskan surat ke pemerintah apabila memungkinkan relaksasi PPnBM diperpanjang sampai akhir tahun," ucap Nangoi.



Simak Video "Diskon PPnBM 100% Diperpanjang, Segini Diskon Mobil Honda"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)