Mobil Mewah Laris Manis di Indonesia, Bukti Masih Banyak Orang Kaya di Tengah Pandemi?

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 22 Jul 2021 19:14 WIB
Mercedes-AMG CLA 45 S 4Matic+ Coupe
Mobil mewah laris manis di tengah pandemi, bukti banyak orang kaya di RI? Foto: Luthfi Anshori
Jakarta -

Penjualan mobil mewah laris manis di Indonesia, meski saat ini kondisi pandemi virus Corona (COVID-19) masih berlangsung. Tercatat tiga merek mobil mewah asal Eropa, yakni BMW, MINI, dan Mercedes-Benz sama-sama mendulang keuntungan dengan kenaikan angka penjualan yang cukup tinggi. Apakah itu artinya masih banyak orang kaya di Indonesia di tengah krisis ekonomi ini?

BMW, MINI, dan Mercedes-Benz melaporkan peningkatan penjualan mobil mereka di periode semester pertama 2021 dibandingkan periode yang sama di 2020 lalu. Penjualan BMW diklaim tumbuh hingga 42,8% dan MINI tumbuh 52,1%, sementara penjualan Mercedes-Benz disebut meningkat sebesar 48%.

Deputy Director Sales Operations & Product Management Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI), Kariyanto Hardjosoemarto, menyebut ada beberapa faktor yang membuat penjualan mobil mewah membaik di paruh pertama tahun ini.

"Kalau dari kondisi eksternal yang kita lihat adalah pada semester satu tahun lalu, khususnya Maret, April, Mei, itu merupakan awal-awal pandemi. Jadi masih terjadi market shock, tidak hanya di segmen premium, tapi juga di seluruh segmen. Karena orang-orang masih shock dengan lockdown (PSBB) di awal-awal," kata Kariyanto, dalam acara Meet Mercedes Chat, yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (22/7/2021).

"Jika melihat kondisi sekarang, memang tetap ada PPKM, tapi orang sudah beradaptasi dari pengalaman setahun berjalan. Jadi baik pelaku bisnis maupun konsumen itu menganggap kondisi saat ini sebagai new normal. Ini kalau kita lihat faktor eksternal," sambung Kariyanto.

Sementara dari faktor internal, menurut Kariyanto penjualan mobil mewah bergairah lagi di tahun ini karena banyaknya peluncuran produk baru yang menstimulasi pasar.

"Kami banyak meluncurkan produk-produk baru sesuai planning semula. Kemudian kegiatan marketing pun atau sales program bekerja sama dengan financing partner kita jalankan dan kami mencoba di bulan Mei atau awal Juni mengadakan acara Star Drive, ternyata responsnya sangat bagus. Mungkin juga market sudah kangen dengan pameran offline," lanjutnya.

Kemudian bicara soal apakah orang kaya di Indonesia masih punya daya beli? Menurut Kariyanto hal itu masih ada.

"Mungkin memang ada pengaruh ya, khususnya yang di segmen entrepreneur, karena ada usaha yang terganggu, cooling down dan lain sebagainya. Tetapi kami melihat di segmen profesional tetap potensi purchasing power itu ada. Kemudian mereka selama tahun ini juga mungkin nggak ada traveling ke luar negeri, sehingga mungkin budget-nya bisa dialokasikan untuk pembelian kendaraan," jelas Kariyanto.

(lua/din)