Jangan Anggap Remeh, Kerikil Bisa Sebabkan Masalah Ban Mobil

Yudistira Imandiar - detikOto
Senin, 10 Mei 2021 17:49 WIB
Ilustrasi Ban Mobil
Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Batu kerikil menempel di ban merupakan hal yang lumrah, terlebih ketika melewati jalanan yang tak mulus. Meskipun tak memberikan dampak signifikan bagi performa ban, tapi kerikil yang menempel perlu dibersihkan.

Kerikil yang menempel pada sela telapak ban lama kelamaan bisa memicu kerusakan ban. Hal itu tentu bakal berdampak pada kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Deputy Head of OE PT Bridgestone Tire Indonesia Fisa Rizqiano mengatakan ada beberapa alasan penting yang mengharuskan pemilik mobil membersihkan batu menempel pada telapak ban, ditinjau dari segi keselamatan, kenyamanan dan faktor lainnya.

Batu kerikil, apalagi yang berukuran agak besar dan runcing, berpotensi mengiris karet ban. Saat ban berputar dan batu menyentuh permukaan jalan, batu akan tertekan hingga seperti mengiris atau menusuk permukaan karet ban.

"Apalagi jika ban dalam keadaan basah, permukaan karet pada ban akan lebih mudah teriris benda tajam, hal ini merupakan salah satu faktor penyebab kerusakan ban atau biasa disebut tread cut," ungkap Fisa, Senin (10/5/2021).

Jika dibiarkan tusukan batu terhadap telapak ban bisa jadi semakin dalam, sampai bisa menembus ke casing ban. Akibatnya, tekanan angin ban merembes keluar secara perlahan.

Selain itu, Fisa menambahkan, batu yang menempel di alur telapak (groove) akan mengurangi fungsi pembuangan air (drainase) saat melewati jalanan basah. Kondisi tersebut bisa mengakibatkan ban mengalami hydroplaning, kondisi saat ban kehilangan gripnya di atas air.

Keberadaan batu di sela-sela telapak ban juga menimbulkan ketidakseimbangan roda sebab permukaan ban yang menempel ke jalanan tak rata. Hal ini akan mengakibatkan ketidaknyamanan berkendara karena adanya getaran, juga menimbulkan keausan telapak tidak rata (uneven wear).

Keausan tidak rata menyebabkan kebisingan (irregular noise), umur ban yang tidak maksimal dan yang mengkhawatirkan, traksi/daya cengkeram ban berkurang.

Fisa menyampaikan tidak ada rekomendasi setiap berapa periode atau setiap berapa kilometer ban harus dibersihkan. Namun, ia menyarankan kepada para pengguna mobil untuk selalu memeriksa kondisi ban sebelum bepergian agar batu yang menempel bisa segera dibuang.

"Pengecekan ban sebaiknya rutin dilakukan sebelum bepergian, selain kondisi tekanan angin, pengguna sebaiknya juga memeriksa kondisi visual ban, apakah banyak batu yang menempel pada sela telapak ban atau tidak," jelas Fisa.

"Atau pengguna bisa membersihkan batu pada sela ban saat mencuci mobil, sehingga perawatan kendaraan dilakukan bersamaan dengan perawatan ban," imbuhnya.

Ilustrasi Ban MobilFoto: Dok. Shutterstock

Bridgestone sebagai pabrikan ban ternama menyediakan jaringan resmi yang selalu siap membantu pelanggan merawat ban sekaligus kendaraan mereka. Salah satunya melalui Bridgestone One Stop Service.

Setiap outlet Bridgestone One Stop Service memberikan berbagai layanan seputar ban seperti bongkar pasang ban, pengecekan tekanan angin, balancing, serta cuci mobil, dan layanan perawatan kendaraan lainnya.

Pelanggan juga dapat berkonsultasi dengan Sales Advisor bersertifikasi Bridgestone yang akan menjawab dan menjelaskan seluruh informasi terkait ban. Outlet ini dilengkapi juga dengan fasilitas premium seperti ruang tunggu yang nyaman dan ruang bermain untuk anak sehingga pelanggan merasa nyaman untuk merawat mobilnya.

(akd/lth)