Investasi Miliaran Dolar, Hyundai Relokasi Kantor dari Malaysia ke RI

Alfi Kholisdinuka - detikOto
Selasa, 09 Feb 2021 20:59 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai relokasi kantor pusat regional Hyundai Asia Pasifik dari semula di Malaysia menjadi ke Indonesia, menunjukkan betapa besarnya potensi pengembangan industri otomotif di Tanah Air.

Hyundai membawa investasi mencapai US$ 1,5 miliar dan US$ 500 juta untuk pembangunan jaringan dealer dan lainnya, khususnya industri kendaraan bermotor listrik, yang sedang menjadi salah satu unggulan Hyundai.

"Mobil listrik IONIQ yang diproduksi Hyundai, yang kini dijadikan official car oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) maupun model varian lainnya yang akan diluncurkan Hyundai semakin menggeliatkan persaingan produsen kendaraan listrik dunia," ujar Bamsoet yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) dalam keterangannya, Selasa (9/2/2021).

"Jika sebelumnya warga dunia hanya mengenal Tesla, kini peta persaingan sudah semakin ketat dengan hadirnya Hyundai. Persaingan sehat seperti ini justru semakin bagus bagi konsumen, karena memiliki banyak pilihan," imbuhnya usai menerima jajaran direksi Hyundai di Jakarta.

Turut hadir antara lain Vice President Hyundai Motor Asia Pacific Headquarter Lee Kang Hyun, Presiden Direktur PT Hyundai Motors Indonesia Sung Jong Ha dan Presiden Direktur Hyundai Mobil Indonesia Denny Siregar.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan semakin ketatnya persaingan antar produsen kendaraan listrik dunia juga bisa mendatangkan keuntungan bagi Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar dunia yang merupakan bahan baku utama komponen baterai di kendaraan bermotor listrik.

Terlebih Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi sudah menerima proposal investasi dari Tesla, untuk membangun pabrik Energy Storage System (ESS), serupa dengan 'powerbank' dengan kapasitas ekstra besar mencapai 100 megawatt (MW).

"Kehadiran Hyundai dan kemungkinan juga Tesla di Indonesia harus dijadikan momentum bagi kebangkitan industri kendaraan listrik Indonesia. Selain untuk membuka lapangan pekerjaan, juga untuk proses alih transfer teknologi," jelasnya.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia dari menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak beralih ke kendaraan listrik memang tak mudah. Namun, IMI meyakini dengan semakin teredukasinya masyarakat mengenai berbagai keuntungan menggunakan kendaraan bermotor listrik, tingkat pengguna kendaraan listrik akan semakin meningkat.

"IMI akan menjadi pioneer mengajak masyarakat bermigrasi ke kendaraan listrik. Karena selain sebagai kendaraan masa depan yang mampu menjaga lingkungan dari pencemaran polusi udara, masyarakat juga bisa menghemat pengeluaran dengan menggunakan kendaraan bermotor listrik," terangnya.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan selain jumlah penduduk yang sangat besar mencapai 270 juta lebih sebagai penarik daya investasi, pertumbuhan kelas menengah Indonesia juga sangat menjanjikan. Bank Dunia memperkirakan sebanyak 115 juta penduduk Indonesia berpotensi naik status menjadi kelas menengah.

"Besarnya jumlah kelas menengah sebagai motor penggerak perekonomian sekaligus menjadikan peluang bagi peningkatan penjualan kendaraan listrik. Hyundai maupun produsen kendaraan listrik lainnya harus jeli melihat peluang ini. Namun terpenting, rakyat Indonesia jangan semata dilihat sebagai pasar (market), melainkan harus dijadikan mitra yang mendapat manfaat besar dalam proses produksi dan penjualan kendaraan listrik," pungkas Bamsoet.



Simak Video "Mobil SUV Bertenaga Listrik untuk Masa Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)