Gagal Tekan Emisi, VW Terancam Denda Rp 1,7 Triliun

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sabtu, 23 Jan 2021 10:21 WIB
FILE- In this Tuesday, Feb. 25, 2020 file photo, workers complete an electric car ID.3 body at the assembly line during a press tour at the plant of the German manufacturer Volkswagen AG (VW) in Zwickau, Germany. The coronavirus has cancelled business plans all over the world but Europes push into electric cars isnt one of them. Sales of battery-powered and hybrid cars have held up despite a deeply painful recession, mainly thanks to the action of governments. (AP Photo/Jens Meyer, file)
Logo Volkswagen (VW) Foto: AP/Jens Meyer
Jakarta -

Volkswagen Group terancam denda dari Uni Eropa. Alasannya, pabrikan asal Jerman itu gagal mencapai target emisi CO2 mobil penumpang pada 2020.

Uni Eropa menargetkan emisi dari kendaraan penumpang bisa ditekan. Tapi Volkswagen Group belum mencapai target itu. Diberitakan Reuters, VW Group terancam senda senilai 100 juta euro atau setara Rp 1,7 triliun.

VW Group memang berhasil memangkas rata-rata emisi CO2 di Uni Eropa sekitar 20% menjadi 99,8 g/km. Sayangnya, itu belum cukup. Rata-rata emisi CO2 VW Group masih 0,5 g/km di atas target yang dimaksud Uni Eropa.

"Kami nyaris meleset dari target (emisi) armada untuk tahun 2020, digagalkan oleh pandemi COVID-19," kata CEO Herbert Diess dalam pernyataan resmi.

Dia menambahkan bahwa pihaknya berharap dapat mencapai target tersebut pada tahun 2021. Mengingat, mobil listrik baru akan mulai banyak dijual di bawah payung VW Group.

Sementara itu, rivalnya Mercedes-Benz dan BMW sama-sama telah mencapai target CO2. Sebagian berkat peningkatan penjualan kendaraan listriknya.

Meski diganjar denda karena tidak memenuhi target emisi CO2, VW mendapat berkah dari penjualan mobil listrik. Penjualan kendaraan ramah lingkungan VW telah meningkat lebih dari empat kali lipat pada 2020. VW melepas 315.400 unit mobil listrik selama 2020. Hal itu menjadikan VW Group sebagai pemimpin pasar untuk mobil listrik di Eropa Barat.

"Volkswagen terus memajukan transformasi industri. Pada tahun 2015, kami memulai serangan (kendaraan) listrik terbesar dan terlengkap di industri. Dengan melampaui target CO2 secara signifikan, kami telah menunjukkan bahwa merek berada di jalur yang benar. Pada 2021, kami akan terus mempercepat transformasi menuju mobilitas listrik dengan model-model baru," ucapnya.



Simak Video "Iklannya Berbau Rasis, Volkswagen Minta Maaf"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)