Ingat! Tol Jakarta-Cikampek Layang Mulai Berbayar, Ini Rincaiannya

Tim detikcom - detikOto
Minggu, 17 Jan 2021 07:41 WIB
Jalan Tol Jakarta-Cikampek kembali beroperasi usai larangan mudik dan bali lebaran 2020. Berikut foto-foto suasana terkininya.
Tol Layang Jakarta-Cikampek. Foto: Agung Pambudhy

Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) Vera Kirana menjelaskan bahwa dengan penambahan kapasitas dari 4 lajur menjadi 6 lajur per jalurnya mempengaruhi kelancaran keseluruhan ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek baik tol layang maupun tol bawah. Pendistribusian kapasitas di Jakarta-Cikampek karena adanya pemisahan perjalanan jarak jauh dan jarak dekat tersebut itulah yang juga mempengaruhi peningkatan kecepatan rata-rata yang saat ini dirasakan oleh seluruh pengguna jalan.

Saat ini secara keseluruhan, Vera menjelaskan, dari data terlihat adanya penurunan perbandingan antara volume mobil dengan kapasitas jalan (V/C ratio) untuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah, salah satunya yang tertinggi yaitu di segmen Cikarang Timur-Karawang Barat yang semula 1,07 turun menjadi 0,63 (arah Cikampek) dan 1,10 turun menjadi 0,63 (Arah Jakarta).

Tidak hanya itu, terjadi penurunan signifikan untuk rata-rata V/C ratio di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, yang semula semula 0,80 menjadi 0,56 (arah Cikampek) dan semula 0,81 menjadi 0,54 (arah Jakarta).

"Dengan adanya penurunan V/C ratio ini, kami mencatat peningkatan kecepatan rata-rata dari 41,96 Km/Jam menjadi 57,46 Km/Jam di arah Cikampek (meningkat 36,94%), sedangkan untuk arah Jakarta kecepatan meningkat dari 45 Km/Jam menjadi 57 Km/Jam (meningkat 26,8%). Selain itu dari segi percepatan waktu tempuh, dari Cikampek menuju Jakarta dari yang biasanya memakan waktu 77 menit menjadi 60 menit. Sedangkan, dari Jakarta menuju Cikampek yang biasanya memakan waktu 82 menit bahkan lebih, kini dapat ditempuh dalam 61 menit," jelasnya.

Menurut Vera, manfaat inilah yang diterima pengguna jalan Tol Jakarta-Cikampek Layang maupun bawah. Pengguna jalan Tol Jakarta-Cikampek Layang maupun bawah sama-sama memberikan perjalanan yang lebih efektif dan efisien.

"Manfaat yang diterima pengguna jalan jarak dekat adalah distribusi lalu lintas lebih merata sehingga kelancaran di Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah dapat dirasakan cukup signifikan. Integrasi ini bisa menjadi solusi untuk mengurai kepadatan kendaraan, sehingga dapat mengembalikan manfaat Jalan Tol Jakarta Cikampek yang lebih efisien bagi penggunanya," tambahnya.

Selain itu, Vera juga menjelaskan efisiensi transaksi, yang seharusnya melakukan dua kali transaksi menjadi satu kali transaksi saja. Jika dioperasikan secara terpisah, tarif untuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated mencapai Rp 1.250 per kilometernya. Artinya, pengguna jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated (jarak jauh) untuk Golongan 1 harus membayar tarif sebesar Rp47.500 ditambah tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek sebesar Rp15.000, sehingga total tarif untuk pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated mencapai Rp62.500. Tapi, dengan penerapan tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated yang terintegrasi dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek, tarif terjauh dari Jakarta sampai Cikampek pengguna hanya membayar Rp 20.000, naik Rp 5.000 dari tarif sebelumnya.

Halaman


Simak Video "Ini Daftar Tarif Tol Jakarta-Cikampek Sebelum dan Sesudah Naik"
[Gambas:Video 20detik]

(rgr/lua)