Asyik, Ngecas Mobil Listrik di Rumah Bisa Dapat Diskon dari PLN

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 05 Jan 2021 12:24 WIB
PLN ikut mendukung percepatan program kendaraan listrik yang
diamanahkan dalam Perpres 55/2019 tentang Program Kendaraan Bermotor
Listrik (KBL) Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle). Dukungan
PLN terhadap program ini salah satunya melalui penyediaan
infrastruktur pengisian listrik untuk kendaraan bermotor listrik atau
stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
Ilustrasi ngecas mobil listrik. Ngecas mobil listrik di rumah pada malam hari bisa dapat diskon 30% dari PLN. Foto: Soraya Novika/detikcom
Jakarta -

Indonesia terus mengebut penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai. Setelah peraturan soal kendaraan listrik keluar, berbagai insentif diberikan untuk pengguna kendaraan listrik.

PLN pun bakal memberikan insentif untuk kendaraan listrik. Mobil listrik yang dicas di rumah pada malam hari bisa dapat diskon tarif listrik. Hal itu disampaikan Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam wawancara bersama CNBC Indonesia.

"Untuk ngecas di rumah, kami sudah siapkan suatu ekosistemnya. Bahkan nanti ngecas di rumah itu agak khusus, kalau jam 10 malam sampai pagi itu dapat diskon 30%. Artinya kalau bayar listrik, para pelanggan rumah tangga biasanya 1.469 rupiah per kwh, nanti kalau malam hari ngecas di rumah mobil listrik ini hanya bayar sekitar Rp 1.000 per kwh. Khusus ngecas di rumah," kata Darmawan kepada CNBC Indonesia.

Untuk teknisnya, Darmawan menjelaskan biasanya saat pembelian mobil listrik ada alat charging yang diberikan dan diinstal di rumah. Menurutnya, penagihan biaya listrik untuk ngecas mobil listrik tidak dijadikan satu dengan penggunaan listrik lainnya.

"Terpisah di mana kita menggunakan internet of things ada artificial intelligence-nya, jadi alat chargingnya kita koneksikan ke server kita, kemudian dari sini kita mengetahui pola pemakaian listriknya, siang hari berapa, malam hari berapa," ujar Darmawan.

Menurutnya, penggunaan mobil listrik terutama pengisian ulang baterai porsinya lebih besar di rumah dibanding menggunakan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). "Untuk porsinya itu sebenarnya 80% ngecas di rumah," sebutnya.

Darmawan menekankan, diskon tarif listrik untuk ngecas mobil listrik di rumah hanya berlaku pada malam hari. Sebab, utilisasi listrik PLN pada malam hari cenderung lebih rendah.

"Karena apa, kebetulan ini pembangkit kami kalau siang hari kerja keras, penuh itu, fully utilize, terutilisasi secara penuh. Tetapi pada malam hari pembangkit kami agak nganggur gitu. Itu sekitar 20% penurunan dari utilisasi di malam hari. Untuk itu di malam hari kami memberikan diskon," ucapnya.

Sementara itu, PLN juga berkomitmen memberikan dukungan untuk penggunaan kendaraan listrik. Salah satunya adalah dengan memperbanyak charging station di tempat umum.

"Dari tahun ke tahun, sejalan dengan animo masyarakat yang luar biasa kita juga senang sekali, kita segera tambah (charging station)," katanya.

Sebelumnya, mobil listrik sempat diuji coba menjelajah Jakarta-Bali. Darmawan bersyukur perjalanan mobil listrik Jakarta-Bali itu lancar.

"Jadi ngecasnya sekitar 300 km ngecas, 300 km ngecas sampai ke Bali aman," ujarnya.



Simak Video "Ngulik Tesla Model 3 Milik Polri untuk Patroli"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)