Seruan Erdogan Boikot Produk Prancis, Renault Jadi Merek Mobil Laris di Turki

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 29 Okt 2020 11:16 WIB
Presiden Reccep Tayib Erdogan (AFP Photo)
Seruan Presiden Turki Reccep Tayib Erdogan untuk boikot produk Prancis Foto: Presiden Reccep Tayib Erdogan (AFP Photo)
Jakarta -

Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengenai muslim membuat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan marah. Ia meminta warganya memboikot barang-barang prancis. Di industri otomotif, Renault masuk daftar merek mobil terlaris di Turki.

Mengutip DW, Kamis (29/10/2020) Turki jadi pemasok terbesar ke-13 bagi Prancis dan konsumen ke-12 secara global. Sedangkan Prancis merupakan negara impor ke-6 bagi Turki, menurut laporan French Ministry for Europe and Foreign Affairs.

Pesawat, helikopter, dan suku cadang mobil termasuk di antara impor utama dari Prancis ke Turki, sementara Turki terutama menjual mobil dan kendaraan lain ke Prancis.

Merek mobil Prancis salah satu mobil dengan penjualan tertinggi di Turki. Bagi Renault, Turki merupakan pasar kedelapan secara global.

Apalagi produsen mobil Prancis itu memiliki salah satu pusat produksi terbesarnya di Bursa, Turki dengan kapasitas produksi tahunan hampir 400.000 mobil dan lebih dari 900.000 mesin. Pabrik tersebut mempekerjakan lebih dari 6.000 orang per 31 Desember 2019.

Pada 2019 lalu Fasilitas pabrik Renault di Turki itu sudah memproduksi 152.599 units Renault Clio 4, 29.342 units Clio 4 Estate, 122.451 Renault Clio 5, dan 37.749 units Renault Megane Sedan (Fluence).

Sedangkan Renault menjual hampir 50.000 kendaraan dalam enam bulan pertama tahun ini. PSA Grup, yang memiliki merek Citroen dan Peugeot, baru-baru ini menggambarkan Turki sebagai titik terang pasar yang tengah dilanda pandemi. Pada kuartal ke tiga di tahun 2020, Renault mengalami kenaikan penjualan sebesar 131 persen (bila dibandingkan tahun lalu), secara year to date September 2020, Renault berhasil menjual mobil sebanyak 86,859 unit.

Erdogan menyampaikan seruan boikot produk Prancis melalui pidatonya di televisi.

"Jangan pernah memberikan kredit untuk barang berlabel Prancis, jangan membelinya," kata Erdogan, dikutip dari BBC, Selasa (27/10/2020).

Orang nomor satu di Turki itu juga mendesak pemimpin dunia untuk melindungi muslim jika di Prancis melakukan penindasan terhadap mereka.

Kekecewaan Turki dipicu setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji untuk melawan Islam radikal. Erdogan mengkritik keras apa yang dilakukan oleh Macron.

Pernyataan Macron dilayangkan setelah seorang guru asal Prancis, Samuel Paty diketahui dipenggal setelah memperlihatkan kartun Nabi Muhammad. Paty dipenggal pada 16 Oktober lalu. Penggambaran Nabi Muhammad sangat menyinggung umat Islam karena ajaran Islam melarang gambar Muhammad dan Allah.

Kejadian ini membuat Macron akan bertindak tegas untuk menangani Islam radikal. Namun, dua pekan sebelum peristiwa itu, Macron menyebut islam sebagai agama dalam krisis dan mengumumkan akan mengatasi separatisme islam di Prancis.



Simak Video "Erdogan Minta Macron Cek Kesehatan Mental Soal Karikatur Nabi"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lua)