Selasa, 23 Jun 2020 12:23 WIB

New Normal Enggak Ngefek ke Penjualan Mobil Bekas, Masih Ambyar!

M Luthfi Andika - detikOto
Pekerja mengecek mobil yang dijual di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Jumat (17/5/2019). Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyatakan penjualan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 1440 H meningkat 20 persen dibanding hari biasa pada bulan sebelumnya. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc. Ilustrasi mobil bekas WTC (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta -

New Normal atau kebiasaan baru yang coba diterapkan di masyarakat agar balik normal seperti sebelum masa pandemi virus Corona, rupanya tidak berpengaruh dengan angka penjualan mobil bekas. Kini pengusaha mobil bekas pun mulai menjerit.

Seperti yang disampaikan Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih kepada detikOto. Herjanto menjelaskan penjualan mobil bekas di masa New Normal tidak bergerak naik.

"Mobil bekas itu tidak bisa naik, malah turun. Serius ini turun," kata Herjanto.

"Siapa yang mau beli (Mobil bekas)? Berbeda dengan motor bekas, kalau motor orang sekarang carinya motor karena dari pengguna mobil turun ke motor semua. Terlebih orang saat ini ga mau naik kendaraan umum jadi mereka pilihannya motor," Herjanto menambahkan

Herjanto juga menjelaskan apa yang menjadi alasan motor bekas kerap menjadi pilihan utama saat ini ketimbang dengan mobil bekas.

Mobil Bekas AmerikaIlustrasi Mobil Bekas Amerika Foto: Rizki Pratama/detikOto

"Kalau mobil (mobil bekas atau baru) itu mahal. Terlebih saat ini kredit masih susah. Bahkan Down Payment masih 50 persen (dari harga jual) itu belum cicilan pertama, kalau sama cicilan pertama bisa 60 persen. Dan ini tidak gampang, sangat susah penjualan," kata Herjanto.

"Ini yang membuat susah berkembang mobil bekas," Singkat Herjanto.

Hasil yang tidak memuaskan berbeda terbalik dari prediski sebelumnya. Sebelumnya diperkirakan mobil bekas bakal meningkat seiring dengan penerapan New Normal.

"Saat New Normal, sekarang kalau menggunakan kendaraan umum masih empet-empetan (berdesakan) ini akan lebih mudah menularkan virus Corona. Pilihannya kalau tidak naik motor ya menggunakan mobil-mobil murah," kata Herjanto waktu itu.

Herjanto memberikan saran kepada pemerintah DKI Jakarta untuk tidak terburu-buru menerapkan sistem ganjil genap kembali pada masa New Normal saat ini.

"Saran untuk pemerintah, pertama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikendorin (tidak terlalu besar) atau Down Payment (DP) lebih rendah yang diatur leasing company (sehingga konsumen bisa lebih mudah memiliki kendaraan pribadi agar bisa menghindari virus Corona)," ucap Herjanto.

"Kedua ganjil genap ditiadakan dulu hingga new normal berlalu. Tidak mengapa macet yang penting penyebaran COVID-19 lebih sedikit, karena kalau saat ini kita naik kendaraan umum tidak menjamin (tidak menjamin tidak akan tertular) sedangkan kalau mengendarai mobil pribadi bisa lebih aman," ujar Herjanto.

Soalnya, menurut Herjanto. Para pemilik kendaraan pribadi saat ini sudah memiliki cara sendiri untuk bisa menekan penularan virus Corona. Salah satunya dengan menyemprotkan disinfektan secara mandiri dan menyelipkan berbagai alat kesehatan yang diklaim bakal lebih aman. Namun ternyata penjualan mobil bekas saat ini masih tercekik.



Simak Video "Kembali Bekerja dan Tetap Sehat di Era New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com