Selasa, 23 Jun 2020 11:56 WIB

Masalah Fuel Pump yang Melanda Honda, Toyota hingga Xpander-Livina

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Logo Honda Beberapa mobil Honda juga harus di-recall karena masalah fuel pump. (Ari Saputra/detikoto)
Jakarta -

Beberapa perusahaan otomotif asal Jepang mengumumkan penarikan kembali atau recall karena masalah yang mirip. Pompa bahan bakar atau fuel pump yang bermasalah menjadi penyebab recall mobil-mobil itu.

Kemarin, Mitsubishi dan Nissan mengumumkan recall Mitsubishi Xpander dan Nissan Livina. Mitsubishi Xpander yang terdampak produksi tahun 2017 sampai 2019, totalnya sebanyak 139.111 unit. Sedangkan All New Nissan Livina yang harus diperbaiki adalah unit yang diproduksi antara 22 Februari 2019 sampai 24 Agustus 2019. Jumlah mobil yang terdampak sebanyak 9.314 unit.

Berdasarkan investigasi yang dilakukan tim Mitsubishi, ditemukan Fuel Pump di dalam tangki dapat berhenti beroperasi, yang berpotensi mengakibatkan mesin tidak dapat dinyalakan atau berhenti bekerja. Kemungkinan penyebabnya adalah impeller memuai dan berubah bentuk, kemudian bergesekan dengan bagian di sekitarnya, sehingga impeller tersebut berhenti berputar.

Secara global, sebelumnya Toyota Motor Corp mengumumkan penarikan kembali atau recall mobil di seluruh dunia sebanyak 3,2 juta unit. Diberitakan Reuters, mobil Toyota yang di-recall berpotensi mengalami masalah pada pompa bahan bakar (fuel pump). Masalah pada komponen itu bisa menyebabkan mesin mati.

Awalnya, pada Januari 2020 Toyota mengatakan akan menarik 696.000 unit mobil di Amerika Serikat dengan pompa bahan bakar yang berpotensi rusak dan menyebabkan mobil mati mendadak hingga mesin mogok. Toyota melaporkan kepada Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) pada Januari bahwa pihaknya mendapat 66 laporan di lapangan dan 2.571 klaim garansi yang berkaitan dengan recall ini.

Pemilik mobil komplain soal mesin yang kasar, tidak bisa dinyalakan, hingga kehilangan tenaga saat kecepatan rendah. Toyota mengatakan laporan itu terjadi lebih umum di daerah Amerika Serikat bagian selatan dengan iklim yang lebih hangat.

Begitu juga dengan Honda. Honda Malaysia mengumumkan kampanye perbaikan atau recall sebanyak 55.354 unit mobil Honda dengan berbagai model. Kampanye recall ini untuk mengganti pompa bahan bakar atau fuel pump sebagai tindakan pencegahan. Adapun yang terlibat adalah Honda Accord 2018, Honda BR-V 2018, Honda City 2019, Honda City (HEV) 2019, Honda Civid 2018, Honda CR-V 2018 dan 2019, Honda HR-V 2018, Honda HR-V (HEV) 2018, Honda Jazz 2019 serta Honda Jazz (HEV) 2019. Tindakan pencegahan ini adalah untuk mengatasi kemungkinan hilangnya tenaga mesin atau mobil yang tidak bisa dinyalakan karena pompa bahan bakar yang rusak.

Masalah serupa juga terjadi di Filipina. Honda Filipina memanggil pemilik mobil Honda Accord, Honda BR-V, Honda Mobilio, Honda City, Honda Civic, Honda Jazz, Honda HR-V hingga Honda CR-V lansiran 2018-2019. Masalahnya sama, pompa bahan bakar yang berpotensi rusak tersebut dapat membuat mobil tidak bisa dinyalakan dan jadi tidak bisa digunakan.

Di Amerika Serikat, Honda me-recall 135.057 unit mobil Honda dan Acura. Dilaporkan, pompa bahan bakar yang dipasok oleh Denso berpotensi rusak. Sebelumnya, Honda mengumumkan recall terhadap 1,4 juta unit mobil secara global karena masalah fuel pump.

Untuk Indonesia, menurut Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy, pihaknya masih mengkomunikasikan masalah tersebut kepada pihak Honda Motor di Jepang mengenai dampak recall untuk unit di Indonesia.

"Saat ini kami masih menunggu informasi dampak recall ini untuk unit di Indonesia. Nanti kita update pastinya kalau sudah dapat informasi lebih lanjut. Sekarang kami sedang mengumpulkan dan mempelajari dari data-data yang ada," kata Billy kepada detikcom, Selasa (23/6/2020).



Simak Video "Tampang dan Fitur Baru di Honda CBR250RR"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com