Jumat, 15 Mei 2020 10:41 WIB

Kredit Makin Sulit, Sekarang Banyak Orang Beli Mobil Cash

- detikOto
SPG Daihatsu Pembelian mobil Daihatsu secara tunai meningkat di tengah pandemi (Ari Saputra/detikOto)
Jakarta -

Perusahaan leasing makin ketat membuat pembelian mobil secara tunai meningkat. Ini membuat jumlah pembeli mobil tunai makin banyak di tengah pandemi corona.

Daihatsu mencatat terjadi penurunan penjualan ritel di bulan april. Tercatat, Daihatsu membukukan penjualan ritel sebanyak 5.200 unit, angka itu menukik 52,9 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Menurut Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM) terjadinya penurunan permintaan karena banyak faktor, terutama saat kondisi pandemi. Pun, untuk bulan Mei ini, Daihatsu memprediksi penjualan masih di bawah harapan.

"Dari segi retail. Karena ada libur lebaran nanti, waktu kerja lebih kecil dari april, otomatis penjualan Mei ini akan lebih kecil dari april. Kalau Daihatsu sekitar bulan lalu dibandingkan bulan ini kami perkirakan paling banyak 40 persen. Jadi market 40 persen dari bulan lalu, bulan lalu kan 23.000 kita paling di bawah 15 ribu. Kalau pak Hendra bilang tadi April terjelek, menurut saya Mei ini akan lebih jelek lagi." ujar Amel saat media briefing virtual, Kamis (14/5/2020).

Salah satunya leasing atau lembaga pembiayaan lebih selektif agar non perfoming loan atau kredit macet tak tinggi.

"Kondisinya bukan hanya karena corona tetapi juga karena daya beli, dan approval leasing sekarang sangat ketat. Semua sangat hati-hati, makanya Daihatsu cash-nya (pembelian tunai) naik. Karena untuk dapat approval kredit itu bukan sesuatu yang mudah," jelas Amel.

Lebih lanjut, Marketing and CR Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso menjelaskan terjadi pergeseran pola pembelian. Tercatat, pembelian unit mobil secara tunai lebih tinggi dari kredit.

Sementara dari pola konsumen kebanyakan adalah konsumen loyal, seperti melakukan pembelian kembali hingga upgrade kendaraan.

"Pola pembelian Daihatsu itu dulu 80 persen kredit, 20 persen cash. Sekarang waktu bulan April kemarin meningkat sebesar 25 persen, jadi yang kredit menurun jadi 75 persen,"

"Bulan Mei ini berdasarkan catatan saya dengan hari kemarin itu bahkan pembelian yang kredit hanya 65 persen, yang pembelian cash sekitar 35 persen." kata Hendra dalam kesempatan yang sama.



Simak Video "Di Jepang, Kakek-Nenek Dilatih Agar Aman Berkendara"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com