Selasa, 05 Mei 2020 11:27 WIB

Kaca Mobil BMW dr Tirta Tebal, Kok Bisa Dibobol Maling?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Mobil dr Tirta dibobol maling Mobil dr Tirta dibobol maling (Instagram)
Jakarta -

Mobil BMW Seri 5 milik dokter Tirta Mandira Hudhi atau dr Tirta dibobol maling di kawasan BSD, Serpong, Tangerang Selatan. Kaca mobil pecah dan beberapa barang di dalam mobil raib.

Di media sosial, dr Tirta bilang BMW E60 (BMW Seri 5 generasi kelima) itu memiliki kaca yang tebal. Tapi menurutnya, maling sangat ahli dalam menjalankan aksinya memecahkan kaca dan mengambil barang di dalam mobil.

After Sales Manager BMW Astra (dealer resmi mobil BMW), Budi Kurniawan, mengatakan secara teknis kaca mobil BMW sebenarnya sulit dipecahkan.

"Kalau kita sengaja mau pecahin pakai palu pun kemungkinan akan susah. Cuma saat ini kriminal lebih canggih, ada yang pakai busi kemudian ada yang pakai serbuk apa, dan hanya sedikit sentak saja bisa pecah. Tapi memang itu adalah cara-cara yang mungkin nggak banyak orang tahu," kata Budi kepada detikOto, Selasa (5/5/2020).

"Kalau dilihat dari pecahannya, harusnya proses (pemecahan kaca)-nya lama itu. Kan ada kaca film juga," sebutnya.

Dokter Tirta juga menyebut bahwa saat kejadian pemecahan kaca mobil alarm tidak berbunyi. Menurut Budi, alarm pada BMW 523i lansiran 2009 milik dr Tirta merupakan perangkat opsional yang bisa dibeli oleh konsumen. Jadi, harus dipastikan dulu apakah mobil milik dr Tirta sudah dibekali alarm atau belum.

"Jadi alarm itu adalah salah satu option juga dari kendaraan BMW. Yang standar (sudah tersedia dari pabrikan) itu ada immobilizer (yang membuat mobil tidak bisa dicuri), sama yang kalau didorong dia akan bunyi. Itu beda sistem. Makanya kita butuh nomor sasisnya dr Tirta nanti baru kelihatan optionnya apa saja."

"Kalau dia beli mobilnya memang nggak ada option buat alarmnya, ya itu nggak akan bunyi. Dan setahu kami yang masuk ke Indonesia untuk (BMW) 523 itu belum ada alarm sistemnya (yang dipasang dari pabrikan). Jadi harus mastiin lagi kalau memang nggak ada alarmnya ya dia nggak bunyi, tapi kendaraan nggak bisa dicuri sama orang itu karena sistem immobilizer-nya tetap ngejaga," jelas Budi.



Simak Video "Dokter Tirta Kritik Inpres Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com