Selasa, 14 Apr 2020 09:45 WIB

Rahasia Suzuki Jaga Harga Jual, saat Dolar Terbang Tinggi

M Luthfi Andika - detikOto
Logo Suzuki Suzuki Indomobil Sales Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta -

Pandemi virus Corona juga ikut membuat dolar semakin perkasa terhadap rupiah, artinya hal ini bisa membuat berbagai produk menaikkan harga jualnya. Meski demikian hal ini tidak terlalu berlaku untuk PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Agen Pemegang Merek (APM) Suzuki di Indonesia.

Karena Suzuki pastikan meski dolar menguat, Suzuki masih bisa menjaga harga jual setiap unit kendaraan yang diimpor dari negara lain secara Completely Built Up (CBU).

"Harga di bulan April kita sudah menyesuaikan unit-unit yang CBU, faktornya banyak yang valuta asing, distribusi dan lain-lainnya. Memang dengan menyikapi kurs dolar ada penyesuaian harga unit Completely Build Up (CBU) terkena langsung imbasnya, tapi tidak banyak dan masih kompetitif harganya. Selain Ignis, ada unit lain seperti Baleno, New SX4 S-Cross dan jimny, dengan range kenaikan Rp 2 juta-15 juta," ujar Assistant to Department Head Sales 4W PT SIS, Sukma Dewi.

Namun 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Dony Saputra, memastikan Suzuki masih akan mampu menjaga harga jual mereka meski dolar terus menguat terhadap Rupiah.

"Di tahun ini fokus kami jualan produk yang kami produksi di Indonesia, ada Suzuki Carry, Suzuki Ertiga, Suzuki XL7, Suzuki Wagon R. Harapan kami bisa menjual kendaraan ini, karena kandungan lokalnya sudah 90 persen atau lebih. Sehingga kenaikan nilai tukar bisa kami jaga sesuai strategi kami," ucap Dony.

"Kalau bulan April ini, mau ga mau harga harus kita jaga. Percuma naikan harga tapi diskon-nya tinggi, buat apa? Kasihan lembaga pembaiayaan," Dony menambahkan.

Dony juga mengatakan Suzuki terus berusaha untuk menstimulus pasar otomotif. Sehingga meski pandemi virus Corona diharapkan industri otomotif tidak terlalu turun.

"Diawal tahun kami melakukan penyegaran pada beberapa produk, Ertiga pada Januari 2020, Februari 2020 ada Suzuki XL7, dan sekarang ignis (April 2020-Red). Kami menstimulus terus market agar bisa merangsang pertumbuhan industri otomotif," Dony mengatakan.

"Dengan adanya kasus Corona, tidak membatalkan apa yang sudah kami rencanakan. Namun untuk menumbuhkan market di otomotif, ada 3 hal, kondisi ekonomi, regulasi yang bisa membantu kami, dan ketiga memperkenalkan produk baru. Memperkenalkan produk baru sudah kami lakukan (untuk bisa menstimulus market otomotif-Red)," tutup Dony.



Simak Video "Per 7 Juli, Pemerintah Periksa 17.816 Spesimen Corona di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com