Kamis, 20 Feb 2020 14:46 WIB

Wajib Tahu, Ini Perbedaan Ban di Eropa dan Indonesia

M Luthfi Andika - detikOto
Ban Dunlop Ban Indonesia berbeda dengan ban di Eropa (Luthfi Andika/detikOto)
Jakarta -

Detikers, tahukah kamu kalau ban di Indonesia dan Eropa itu jenisnya berbeda?

Mungkin kamu sudah menerkanya lantaran musim serta suhu udara Eropa dan Indonesia itu berbeda. Tapi sebenarnya ada satu rahasia lain, yang jadi perbedaan dasar ban di Eropa dan Indonesia (dan Asia Tenggara pada umumnya).

"Perbedaan ban (ban di Eropa dan Indonesia-Red), terletak pada bahan material ban (bukan hanya karena musim-Red) yang berada di dalam ban, yang berujung pada fungsi ban-nya tersebut," ujar manager Training PT Sumi Rubber (Agen Pemegang Merek Dunlop di Indonesia), Bambang Hermanu, Kamis (20/02/2020) di Cikarang, Jawa Barat.

Bambang melanjutkan, cuaca dan musim sangat menentukan karakteristik ban yang ada di Eropa dan di Indonesia. Namun, pemilihan bahan material dalam ban lah yang jadi faktor penentu perbedaan ban untuk dua wilayah tersebut.

Perbedaan suhu dan iklim membuat karakter dan material ban Indonesia beda dengan ban yang dipakai di EropaPerbedaan suhu dan iklim membuat karakter dan material ban Indonesia beda dengan ban yang dipakai di Eropa Foto: Luthfi Andika/detikOto



"Misalnya kalau di Eropa itu udaranya kering, jadi kalau ban itu terbuka materialnya tidak akan berkarat. Kalau di Indonesia udaranya lebih lembab. Bahkan kelembapannya sangat tinggi sekali bisa mencapai di atas 70 persen, kita nafas pun sebenarnya mengandung air juga," kata Bambang.

"Jadi kalau ban di Indonesia luka tertusuk paku, nambalnya tidak bagus di bawah telapak ban itu ada kawat, kawat itu kalau kena air atau udara yang mengandung air itu kan berkarat," tambah Bambang.

Jika material di dalam ban itu berkarat, maka risiko ban meledak makin besar.



"Kalau kawat di dalam ban itu kan ada dua lapis. Kalau satu kawat itu berkarat, maka dia akan terpisah dan ini akan bergelombang. Kalau sudah bergelombang ban ini pasti tidak akan nyaman dikendarai, meledak tinggal nunggu waktu," katanya.

"Makanya perbedaan ban di Eropa dan di Indonesia itu ada di kawat-nya. Di Indonesia kawat yang berada di dalam ban itu di modifikasi, dibalut dengan nilon. Jadi kalau ketusuk paku dan nambalnya tidak benar, akan tetap aman dari karat," papar Bambang.



Simak Video "Dahsyatnya Kebakaran di Gudang Ban Bekas di Kudus "
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com