Perkuat Merek, Ini Strategi KIA di Bawah Payung Indomobil

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 21 Jan 2020 12:36 WIB
Foto: Agung Pambudhy


Saat ini, produk KIA masih berstatus Completely Built Up (CBU). Secara umum produk CBU memang punya harga yang relatif lebih mahal ketimbang CKD, karena harus menanggung biaya impor dan pajak yang lebih tinggi. Presiden Direktur Indomobil Sukses Internasional (Tbk), Jusak Kertowidjojo, mengatakan untuk bisa melakukan perakitan di dalam negeri, setidaknya ada permintaan pasar yang bisa dijadikan standar.

"Sekali lagi kami mesti dapat volume dulu," jelas Jusak.



"Ya kita tahu kalau satu CKD paling tidak perlu 30 ribuan. Ya harus ada volume dulu baru bisa pikirin CKD. Kalau tidak, tidak mungkin," ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan Marketing and Development Division Head PT Kreta Indo Artha Ario Soerjo bahwa KIA juga tak ingin terus-menerus menjadi pengimpor barang secara utuh bila permintaan meningkat.

"CKD itu kan tergantung skala ekonomi, volume, penjualan, makin banyak penjualan juga nggak bagus kalau kita CBU terus, mau nggak mau pasti kita juga harus ngerakit di sini jadi tergantung penjualan ke depan," ungkapnya.
Halaman


Simak Video "Lebih Intim dengan KIA Sonet, SUV dengan 6 Tipe & 2 Opsi Transmisi"
[Gambas:Video 20detik]

(riar/rgr)