Sabtu, 18 Jan 2020 09:01 WIB

Aston Martin Menunggu Kucuran Dana dari Pabrikan China

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Aston Martin sedang dalam masa sulit dan tengah melakukan usaha untuk membantu pendanaan mereka. Setelah sebelumnya Lawrence Stroll akan membeli saham Aston Martin, pabrikan mobil asal China, Geely, pun akan melakukan investasi ke pembuat mobil mewah asal Inggris itu.

Geely yang memiliki kendali atas Volvo, Lotus, dan beberapa saham di Daimler saat ini sangat tertarik dalam berbagi teknologi. Pada investasi Aston Martin ini Geely berpotensi dapat menyerap teknologi untuk disalurkan pada Lotus.



Aston Martin sendiri membutuhkan kucuran dana agar dapat menutupi biaya produksi SUV DBX. DBX sendiri diprediksi menelan biaya produksi sebesar USD 204.000 atau sekitar Rp 2,8 miliar yang diharapkan dapat mengerek catatan penjualan sebanyak dua kali lipat pada tahun 2023.

DBX sendiri telah menerima pesanan sebanyak 1.800 unit. Setidaknya Aston Martin perlu pinjaman uang sebesar USD 100 juta untuk memenuhi pesanan tersebut.



"Kami masih dalam diskusi dengan investor yang berpotensi dalam kaitannya membangun hubungan jangka panjang yang dapat atau tidak terlibat dalam investasi secara langsung," tulis surat elektronik Aston Martin dikutip Autonews.

Sejak saham Aston Martin merosot sebanyak 60 persen dalam jangka 12 bulan terakhir ada berbagai perusahaan yang dirumorkan mendekat. Perusahaan baterai China, CATL sempat diisukan namun telah menyatakan sikap bahwa mereka tidak tertarik untuk berinvestasi di Aston Martin.

Aston Martin Menunggu Kucuran Dana dari Pabrikan China


Simak Video " Aston Martin New Vantage, Harganya di Atas Rp 5 M"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com