Rabu, 15 Jan 2020 19:18 WIB

Tol Layang Japek Lebih Enak daripada Tol di Bawahnya?

Rizki Pratama - detikOto
Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Tol Jakarta-Cikampek (Japek) memiliki jalan alternatif bagi mobil penumpang dengan melewati tol layang. Tentunya ada berbagai perbedaan beserta kelebihan dan kekurangannya ini.

Namun bicara mengenai kenyamanan mengemudi tol layang bisa dikatakan lebih nyaman. Pertama jelas sekali aspal masih baru dan belum ada lubang di jalan. Sedangkan di bagian bawahnya karena bekas proyek ada bagian jalan yang belum rata.

Kelebihan lain menggunakan tol layang adalah tiadanya kendaraan besar yang biasanya bermuatan berat. Beberapa orang tentu juga mencemaskan truk besar Over Dimension Over Load (ODOL) yang seringkali menjadi salah satu "malaikat pencabut nyawa" di lalu lintas Indonesia.



Bukan berarti tol layang juga sempurna. Di atas jalan sepanjang 38 km ini tidak ada akses keluar lain. Tempat berhenti pun hanya di bahu jalan. Jangan harap ada tempat beristirahat atau pom bensin.

Sementara itu masalah perbandingan waktu tempuh keduanya tidak jauh berbeda jika dilalui dalam kondisi lalu lintas sama-sama lancar. Di bawah meski ada truk jumlah jalurnya ada empat sedangkan di atas tanpa truk atau bus hanya ada dua jalur.

Kemudian masih saja ada pengguna jalan yang lupa kalau ingin melewati tol layang. Tepat sebelum naik tol layang dari arah Cikunir beberapa mobil yang melaju kencang dari jalur cepat sebelah kanan mendadak banting setir ke kiri agar bisa naik ke tol layang.

Manuver seperti ini jelas membahayakan dirinya dan pengemudi lain khususnya kendaraan berat yang pada saat itu sontak membunyikan klaksonnya. Untungnya tidak ada hal buruk terjadi saat itu.

Untuk detikers yang memang berencana menggunakan tol layang Japek disarankan sudah mengambil ancang-ancang sebelumnya. Jangan lupa naik di tol layang ini berada pada KM 10. Perlu diingat pula di jalur ini banyak kendaraan berat yang menuju kawasan industri. Jadi perlu berhati-hati saat mengebut melakukan manuver berbahaya seperti di atas. Mobil akan turun di KM 48.

Sementara itu dari arah sebaliknya kalau mau naik Japek, saat di KM 50 segera menepikan kendaraan ke lajur kiri, kalau nggak kebablasan masuk tol Japek Eksisting.
(rip/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com