Mobil-mobil tersebut di antaranya adalah Sedan C-Class, E-Class, S-Class serta SUV GLC, GLE dan GLS. Tentunya akan ada harapan lebih banyak lagi model mereka yang akan dirakit lokal, sebab dengan demikian harga jualnya dapat lebih terjangkau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu untuk menambahkan model baru tak dapat dilakukan begitu saja ketika ada penyegaran secara global. Jadi, jika ada model terbaru maka akan dimulai dengan impor terlebih dahulu.
"Untuk CKD ada perlu waktu persiapan, jadi untuk mengisi kekosongan akan bridging dengan CBU selama beberapa waktu, selama itu rekan di plant persiapkan versi CKD," ungkapnya.
Keputusan untuk rakit lokal juga harus menilai bagaimana respon pasar. Komitmen untuk perakitan lokal ini menyangkut banyak aspek jangka panjang, oleh karena itu tak dapat diputuskan begitu saja.
"Feedback kalau market acceptance bagus tentu kami beri hitungannya nanti keputusan kantor pusat kami. Kami harus lihat sustainability karena banyak terkait komponen supplier, employee dan sebagainya. Tidak bisa setahun dua tahun terus stop jadi perlu waktu panjang apakah akan jadi CKD," tutupnya.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Video: Sejarah Mercedes-Benz Sprinter yang Merevolusi Dunia Otomotif"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!
Cuma Menepi Lihat Maps, Preman Tanah Abang Palak Mobil 'Pelat Luar' Rp 300 Ribu