Sabtu, 16 Nov 2019 16:29 WIB

Kata Karyawan Toyota Jepang Setelah Studi Jalan Indonesia

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Setelah 4 hari menjajal jalan Indonesia tepatnya dari Jakarta ke Surabaya, tim Toyota 5 Continents Drive Asia 2019-2020 dari Toyota Motor Corp (TMC) mendapatkan beberapa data dan fakta. Hal yang menjadi sorotan utama tim Toyota Jepang selama perjalanan tersebut adalah mengenai budaya berkendara.

Dalam perjalanan pengguna sepeda motor menjadi perhatian yang tak dapat dielakkan. Tak bisa dipungkiri populasi sepeda motor roda dua di jalan Indonesia sangatlah banyak sehingga memunculkan kecanggungan selama mereka berkendara.



"Pengalaman terbesar saya ialah dari perbedaan antara pengendara di Jepang dan Indonesia. Di Indonesia banyak motor. Di sini motor bisa menyalip dari mana saja, sari sisi kiri dan kanan," ujar Team 2 Captain Toyota 5 Continents Drive Asia 2019-2020, Kazuaki Abiru di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (15/11/2019).

Selain itu, Abiru juga menyoroti jalan bebas hambatan Transjawa yang baru. Ia mempertanyakan jalan baru tersebut tidak selesai dengan baik dan mulus dan membuatnya sedikit kaget.

Gerbang Tol WarugunungGerbang Tol Warugunung Foto: Deni Prastyo Utomo


"Dibilang tol baru cuma kondisi jalannya ada aspal ada konkrit aspal lagi konkrit lagi belum dengan lubangnya dan juga sedikit agak bumpy jadi memang agak kaget dengan kondisi jalan," tambahnya.

Pengalaman berkendara bersama timnya itu diharapkan dapat menjadi masukkan untuk pengembangan mobil Toyota berikutnya di pasar Indonesia.



"Sehingga yang saya lakukan adalah mengetes di Indonesia ini seperti apa kondisinya, apakah dengan itu bisa membuat mobil yang lebih baik untuk beradaptasi dengan lingkungan yang ada di indonesia," jelasnya.

Studi karyawan Toyota inu dikatakan merupakan investasi jangka panjang. Selain laporan perjalanan, kegiatan ini juga menjadi bekal karyawan Toyota di masa depan agar selalu bisa memberikan inovasi tepat.

"Untuk program ini sebenarnya bukan hanya riset, tapi mendidik sumber daya manusianya. Karena pendidikan bisa diperoleh dari kenyataan yang ada di lapangan, sehingga apa yang kami dapatkan di sini itu bisa dibicarakan dengan semua karyawan lain, tidak hanya di Jepang tapi di negara lain," tutupnya.

Simak Video "Mengenal Kecanggihan Mobil Menteri Jokowi Seharga Rp 1,5 Miliar"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com