Rabu, 13 Nov 2019 08:39 WIB

Round Up

Anies Naikkan BBN-KB, Produsen Mobil Meradang

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Foto: Grandyos Zafna

Namun kenaikan BBN ini membuat produsen mobil meradang. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pun menganggap waktu penerapan kebijakan baru ini kurang tepat. Belum lagi bahwa DKI merupakan lumbung besar bagi penjualan kendaraan di Indonesia.

"Kalau kita lihat DKI memang kontributor penjualan terbesar. Kebetulan saat ini lagi penjualan agak surut tahun ini karena agenda politik, nggak ngerti kenapa di akhir tahun," kata Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi saat dihubungi detikcom, Selasa (12/11/2019).

Ia menyayangkan mengapa tarif BBN-KB dinaikkan pada akhir tahun, padahal akhir tahun merupakan momen para pelaku bisnis otomotif untuk bangkit dari beratnya semester awal akibat pesta politik.

Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto menambahkan langkah menaikkan bea balik nama kendaraan bermotor itu kurang tepat. Apa alasannya?

"Menurut pendapat saya, kenaikan BBN sebesar 2,5% tidak tepat dilakukan di tengah kelesuan pasar otomotif belakangan ini. Apalagi DKI Jakarta sebagai kontributor penjualan terbesar (di atas 20%) untuk total pasar otomotif Indonesia dibandingkan provinsi lainnya," kata pria yang akrab disapa Suryo
Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com