Rabu, 30 Okt 2019 07:09 WIB

Penggemar Mobil Amerika Bisa Lari ke Jeep Setelah Chevrolet Cabut

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Bicara selera mobil memang untuk mobil merek Amerika Serikat sudah ada penggemarnya di Indonesia. Sayangnya torehan penjualan yang tak memenuhi harapan menyebabkan beberapa mereknya satu per satu pamit undur diri.

Setelah Ford, Chevrolet baru-baru ini juga telah mengibarkan bendera putih. Keran penjualan Chevrolet, diumumkan melalui siaran persnya, akan berhenti per Maret 2020.

Kondisi tersebut menempatkan Jeep sebagai satu-satunya mobil Amerika yang masih eksis di Indonesia. Pihak Jeep pun tak menampik para penggemar mobil Amerika akan mengalir ke mereka semua.



"Kalau peralihan pasti ada aja karena ada juga yang memang suka mobil Amerika," ujar CEO Hascar Group, Ari Hutama saat dihubungi detikcom.

Ia melanjutkan peralihan itu tak serta merta dalam skala yang besar. Jika dilihat dari harga dan model yang ditawarkan, Chevrolet dan Ford menyasar segmen yang jauh berbeda.

"Kalau saya lihat Jeep punya pasar sendiri karena punya model ikonik dan punya histori mobil itu," tambahnya.



Ari pun mengomentari kepulangan Chevrolet sebagai kekalahan dalam persaingan model dan harga. Bagi Ari, dua faktor itu adalah kunci utama keberhasilan bisnis otomotif.

"Seperti saya bilang otomotif model dan harga harus bersaing selama nggak punya itu pasti kalah bersaing," tutur Ari.

Untuk mendapatkan harga yang ideal, Jeep terus melakukan ekspansi dalam manufakturnya. Di Asia, Jeep memiliki dua pabrik yakni di China dan India. Ari pun mengungkapkan bahwa akan ada tambahan pabrik lagi di Asia.

"Untuk harga merupakan hasil ekspansi pabrik di China (khusus pasar China) dan India dan mungkin ada lagi di Asia lainnya," tukas Ari.

Simak Video "Chevrolet Pamit dari Indonesia, Bagaimana Nasib Penggunanya?"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com