Dijelaskan Kepala KPKNL Bekasi Hamim Mustofa, lelang kendaraan secara online memiliki sejumlah keunggulan dibanding lelang yang dilakukan secara offline.
"Keunggulan pertama, peserta lelang tidak perlu hadir ke tempat lelang, sehingga dia bisa mengikuti lelang di mana pun berada. Cukup dengan mengakses internet di HP atau komputer. Jadi prinsipnya untuk memudahkan peserta," kata Hamim, di Bekasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keuntungan kedua, harga lelang bisa lebih optimal. Sebab para peserta tidak saling bertatap muka. Jadi secara persaingan akan benar-benar ketat.
"Lelang online juga akan meminimalisasi perang psikologis antar-peserta, suasana nggak bakal sepanas kalau mereka ketemu langsung," lanjut Hamim.
Keunggulan lain yang detikcom langsung rasakan sendiri adalah soal efisiensi waktu. Dalam proses lelang dengan daftar kendaraan sebanyak 164 unit mobil Subaru bisa rampung hanya dalam waktu 3 jam saja. Tentunya jika menggunakan sistem offline, akan sangat menguras waktu dan tenaga.
Di luar perbedaan skenario tersebut, lelang mobil baik online maupun offline sebenarnya punya cara kurang lebih sama. Seperti harus menyetorkan uang jaminan lebih dulu sebagai syarat mengikuti lelang.
"Lelang online sendiri sudah dirintis sejak 2014, kemudian targetnya bertahap. Tahun 2014 itu targetnya 10 persen dari semua lelang, kemudian targetnya naik terus," ujar Hamim.
(lua/rgr)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas