Selasa, 01 Okt 2019 20:20 WIB

Lihat Lagi Mobil yang Jadi Saksi Bisu Kesaktian Pancasila

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Ruly Kurniawan/detikcom
Jakarta - Hari ini, 1 Oktober menjadi peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Kesaktian Pancasila tak lepas dari sejarah Indonesia dalam mempertahankan Pancasila dari pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia).

Peristiwa yang dikenal sebagai Gerakan 30 September atau G30S/PKI itu merupakan gerakan yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno dan mengubah Indonesia menjadi negara komunis. Gerakan ini mengincar perwira tinggi TNI AD. Enam perwira tinggi dan satu perwira menengah TNI Angkatan Darat menjadi korban dalam Gerakan 30 September.



Untuk mengenang jasa Pahlawan Revolusi dibangun Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Di sana, juga terdapat beberapa mobil saksi bisu G30S/PKI.

Tidak hanya mobil yang memiliki peranan penting pada peristiwa pemberontakan tersebut, beberapa dari mobil tersebut ternyata pernah digunakan oleh Letnan Jendral Anumerta Ahmad Yani dan mantan Presiden Soeharto ketika masih menjadi Mayor Jendral TNI.

Berikut adalah jajaran mobil yang menjadi saksi bisu gerakan G30S/PKI dan masih ada di Monumen Pancasila Sakti.

GM Oldsmobile 98

Lihat Lagi Mobil yang Jadi Saksi Bisu Kesaktian PancasilaFoto: Ruly Kurniawan/detikcom


GM Oldsmobile 98 menjadi mobil yang dipakai Letnan Jendral Anumerta Ahmad Yani ketika menjabat sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat. Dengan registrasi AD-01, mobil ini menjadi kendaraan utama Ahmad Yani sejak Februari 1965.

Mobil ini memiliki mesin V8 bertenaga 250 daya kuda. Mobil tersebut sempat menjadi ikonik yang sangat kental akan Letjen Ahmad Yani. GM Oldsmobile 98 merupakan mobil yang cukup canggih di zamannya. Bagian transmisi, jendela, setir, dan remnya telah didukung oleh sistem otomatis dan rocket ultra compression.

Lihat Lagi Mobil yang Jadi Saksi Bisu Kesaktian PancasilaFoto: Ruly Kurniawan/detikcom


Dengan surat keputusan Kementerian Angkatan Darat Nomor: Kep-504/6/1966 pada 6 Juni 1966, mobil dinas tersebut dihapus dari pertanggungjawaban administrasi Angkatan Darat menjadi milik keluarga Letjen Ahmad Yani.

Tetapi, pada Mei 1989, demi terus mengingat jasa beliau dan keganasan akan gerakan G30S/PKI, mobil dipajang di Monumen Pancasila Sakti atas inisiatif Kepala Pusat Sejarah dan Tradisi ABRI.

Hingga kini, berbagai bagian seperti cat, grill, ban, mesin, dan beberapa bagian interior mobil masih orisinil. Pergantian hanya dilakukan pada beberapa bagian kecil saja untuk memperkokoh mobil tua tersebut seperti mur, baut, dan beberapa bagian eksterior lainnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com