Kamis, 26 Sep 2019 17:59 WIB

Tentang Ambulans yang Harus Didahulukan di Jalanan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Mobil Ambulans Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Dalam undang-undang, sudah diatur bahwa ambulans merupakan salah satu pengguna jalan yang wajib diprioritaskan. Sebagai kendaraan darurat, ambulans yang membawa orang sakit harus sampai tujuan dengan cepat.

Ambulans sudah dibekali dengan suara sirine dan lampu strobo. Diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ambulans menggunakan lampu isyarat warna merah dan sirine.

Bunyi suara sirine merupakan salah satu tanda dari kendaraan ambulans. Dengan adanya bunyi sirine dan lampu isyarat berwarna merah, seharusnya pengguna jalan lain peduli dengan adanya ambulans.



Ambulans harus didahulukan ketika berada di jalan raya dan sedang membawa orang sakit. Saat macet, pengendara lain sebaiknya memberi jalan untuk ambulans yang harus mencapai tujuan lebih cepat.

Namun jika berkaca pada fakta yang terjadi di lapangan, masih banyak pengguna jalan yang tak mengacuhkan adanya mobil ambulans yang mengalami situasi emergency.

Dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Pasal 134 disebutkan, ambulans yang mengangkut orang sakit merupakan pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan setelah kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas. Ambulans mengisi urutan kedua untuk didahulukan di jalan raya.



Beberapa waktu lalu, kepada detikcom seorang sopir ambulans dari sebuah rumah sakit di Jakarta mengungkapkan rotator dan sirine ambulans hanya digunakan ketika membawa pasien atau ketika ada keadaan darurat seperti menjemput atau mengantar pasien ke rumah sakit.

Meski begitu khususnya di jalan raya Jakarta, kepadatan lalu lintas serta kepedulian masyarakat memang jadi satu momok yang menjadi masalah bagi para sopir ambulans. Terkadang sopir ambulans sampai memohon kepada pengendara lain untuk segera memberikan ruang jalan dengan memanfaatkan pengeras suara yang ada di ambulans.

Soal ambulans, hari ini tengah viral video yang menyebut ambulans pada aksi demonstrasi kemarin digunakan untuk mengangkut batu dan bensin untuk molotov. Namun, Polda Metro Jaya mengklarifikasi. Polisi mengakui ada kesalahpahaman dalam informasi itu. Ditegaskan, ambulans tersebut tidak digunakan untuk mengangkut batu dan bensin sebagai logistik demo.

Simak Video "TNI AL Evakuasi 25 Nakes dari Kapal Ambulans Laut yang Bocor"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com