Jumat, 20 Sep 2019 14:32 WIB

Mercy untuk Presiden, BMW untuk Kedubes

Ridwan Arifin - detikOto
BMW Seri 7 terbaru Foto: BMW Group BMW Seri 7 terbaru Foto: BMW Group
Jakarta - Mercedes-Benz S 600 Guard terpilih menjadi kendaraan dinas presiden di Indonesia. Mercedes-Benz S 600 Guard telah mendampingi Presiden RI di zaman Soeharto pada tahun 1995. Pilihan mobil pun belum berganti hingga saat ini.

Pabrikan mobil mewah asal Jerman lainnya, BMW disebutkan juga sempat menawarkan kendaraan flagship-nya sebagai kendaraan dinas presiden lewat BMW Seri 7. Namun pemerintah akhirnya memilih kembali menggunakan mobil Mercy.



Sementara itu BMW pun tak rugi-rugi amat, karena kabarnya mobil-mobil BMW akan dipakai oleh kedutaan besar di Indonesia, salah satunya kabarnya adalah Kedubes AS. Operation Manager BMW Astra Teguh Widodo tidak menampik jika kabar Kedutaan Besar Amerika Serikat sudah sering menggunakan merek BMW.

"Sudah lama, mereka pakai (merek BMW). Biasanya dia kalau setiap ada model baru, dia selalu ganti," kata Teguh di Jakarta.

Ia melanjutkan mobil-mobil yang digunakan Kedutaan Besar juga menggunakan high security system.



Bicara spesifikasi mobil untuk kalangan VIP, mobil dalam kategori BMW Security Vehicle didesain untuk tahan terhadap tiga risiko besar seperti tindak kriminal di jalan. Mobil mampu menahan peluru sekaliber 0,44 Magnum, kejahatan terorganisir seperti mampu menangkis peluru sekelas AK-47, sampai serangan ledakan sekalipun.

"Karena itu kan high security itu, punyanya Amerika, Australia high security, di bom nggak bisa kan itu di granat nggak ngaruh, dan fasilitas HSS itu hanya ada di Astra, high security system, itu kan kacanya tebel gitu kan, kalau cuma AK47 nggak tembus," kata Teguh.

Sedangkan untuk BMW seri 7 High Security merupakan sedan pertama di dunia yang bisa menahan peluru VR7. Sementara di area transparannya, bisa resisten terhadap peluru kelas VR9.

BMW melapisi kaca dan jendelanya dengan kaca komposit khusus berukuran 6 cm. Bagian dalamnya juga dilapisi polikarbonat untuk mencegah serpihan-serpihan dari material tembakan ke bagian penumpang.

Bagian tangki bensin pun tak lupa diproteksi. Tangki bensin dilindungi dengan material anti-ledakan. Ban juga telah mengusung ban jenis run flat tyre yang memungkinkan mobil masih terus melaju 50 km pada kecepatan 80 km/jam meski kondisinya sangat kempes.

Foto: Andhika Akbarayansyah


Simak Video "Mengintip Mobil Dinas Presiden Sukarno, Buick Super Sedan 1949"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com