Tidak tanggung-tanggung, setidaknya ada belasan kendaraan mobil ramah lingkungan baik listrik, hybrid, plug-in hybrid mejeng di Jakarta.
Nah kali ini detikcom coba membongkar mobil apa aja sih yang terparkir di sana, dan mampu menyedot perhatian pencinta mobil ramah lingkungan di Indonesia.
1. Taksi Listrik Blue Bird BYD
|
Foto: Rifkianto Nugroho
|
Menurut Blue Bird penggunaan mobil listrik ini berkaitan dengan program ketahanan dan bauran energi listrik nasional, serta program mengurangi penggunaan dan subsidi bahan bakar minyak.
BYD e6 merupakan produk dari BYD Auto, anak perusahaan BYD Company yang bermarkas di China. Memang nama ini masih asing di telinga masyarakat Indonesia, namun di beberapa negara seperti Inggris, Singapura, Filipina dan Thailand sudah lebih dulu menggunakannya sebagai armada taksi.
Mobil dengan model Crossover Compact ini memiliki konfigurasi 5 penumpang, dengan dimensi panjang 4.550 mm (180 in), lebar 1.822 mm (72 in), dan tinggi 1.630 mm (64 in) dengan wheelbase 2.830 mm (111 in).
Merujuk data spesifikasi secara global, sebagai mobil listrik dengan jarak tempuh panjang, BYD e6 bisa menjangkau jarak 400 km dalam satu kali pengisian baterai. Baterai BYD Iron Phosphate (Fe) berkapasitas 80 kWH pada mobil ini bisa dicas hanya 2 jam menggunakan charger V2G 480 VAC 3 phase.
Berkat motor listrik tipe AC Synchronous Motor (Brushless), mobil ini bisa berlari sampai kecepatan maksimal 140 km/jam. Akselerasi 0-60 km/jam hanya 7,69 detik. Tenaga maksimal mobil listrik ini mencapai 121 daya kuda dengan torsi maksimal 450 Nm.
2. Nissan LEAF
|
Foto: Ari Saputra
|
Saat ini mobil dijual di Jepang dengan banderolan 3.150.360 yen atau sekitar Rp 400 jutaan. Dengan pajak mobil mewah saat ini, boleh lah kita menghitung kasar mobil akan dijual satu unitnya sekitar Rp 700 jutaan di Indonesia. Tapi hingga saat ini pihak Nissan masih belum membocorkan berapa harga banderolnya.
Namun Nissan mengatakan beberapa waktu lalu kepada detik.com, tidak semua orang bisa membeli mobil listrik ini tahun depan. Karena Nissan baru berencana menjual mobil ke kalangan korporasi atau fleet.
Untuk tahap pertama mobil akan didatangkan secara utuh dari Jepang atau CBU (Completely Built Up). Nissan LEAF merupakan mobil listrik terlaris dunia. Sejak tahun 2010, Nissan LEAF telah terjual sebanyak 400.000 unit.
Setiap kali baterainya penuh Nissan LEAF memiliki jangkauan tempuh 400 km. E-powertrain baru yang dipasang di Nissan LEAF mengeluarkan daya sebesar 110 kW dan torsi 320 Nm
Spesifikasi Nissan LEAF
Panjang (mm) 4.480
Lebar (mm) 1.790
Tinggi (mm) 1.540
Jarak sumbu roda (mm) 2.700
Track width front/rear (mm) 1,530-1,540/1,545-1,555
Ground clearance (mm) 150
Coefficient of drag (Cd) 0.28
Ban 205/55R16 atau 215/50R17
Cargo area (VDA) 435 L
Berat dan kapasitas penumpang
Curb weight (kg) 1.490-1.520
Capacity 5 orang
Gross vehicle weight (kg) 1.765-1.795
Baterai
Tipe Li-ion
Kapasitas 40 kWh
Motor listrik
Nama EM57
Daya maksimum 110 kW (150 ps)/3283~9795 rpm
Torsi maksimum 320 Nγ»m (32.6 kgfγ»m)/0~3283 rpm
Performa
Jelajah 400 km (JC08)
Pengisian normal di rumah 16 jam (3 kW) atau 8 jam (6 kW)
Pengisian cepat sampai 80% 40 menit
3. DFSK Glory E3
|
Foto: DFSK
|
Tapi sabar dulu, jangan buru-buru keluarkan uang dari bank Anda detikers, karena mobil ini belum bisa dibeli. Bahkan setirnya saja masih setir kiri. Kabarnya mobil ini baru ada satu di Indonesia, dan baru diimpor dari China.
Mobil DFSK Glory E3 pun akan dikembalikan lagi ke China. Jika penasaran dengan harganya, mobil listrik ini di negerinya dijual seharga Rp 300 jutaan setelah mendapatkan insentif dari pemerintah.
Dari bagian luar, mobil memiliki desain khas mobil DFSK. Sebuah SUV yang cocok untuk perkotaan. Unit yang dipakai detikcom, berwarna putih dengan semburat warna biru di beberapa bagian. Seperti lampu, dan grille-nya. DFSK rupanya ingin menguatkan kesan kalau ini adalah mobil ramah lingkungan. Grille-nya memiliki tiga garis trim horizontal mewarisi gaya desain ciri khas DFSK.
Melihat bagian samping, mobil memiliki desain atap floating roof, namun dengan lengkungan di pilar C yang menukik, jadi mirip sebuah coupe. Sementara bannya pakai ban berukuran 18 inci.
Di bagian belakang, ada lampu yang desainnya cukup oke. Sementara di sisi kiri kanan belakang ada colokan listriknya. Sebelah kiri belakang untuk colokan standar, sementara sebelah kanan belakang untuk pengisian cepat.
Bentuk colokannya pun berbeda. Agak unik karena biasanya pada mobil listrik, colokannya hanya satu saja. Colokan cepat maupun standar disatukan. Mungkin DFSK ingin orang tidak salah nyolok ya.
Sementara mengintip bagian dalam, semburat warna biru masih bisa kita lihat di dasbor, jok sampai konsol tengah. Joknya sudah kulit, kemudian interior dilengkapi dengan panoramic sunroof. Kisi-kisi AC-nya bundar, mirip mobil sport.
AC-nya juga sudah digital, jadi cukup mewah lah. Ya sudah mari kita coba nyalakan mesin, eh mobil listriknya. Menyalakannya sama saja, tinggal pencet tombol start stop button di dasbor mobil. Setelah dipencet, cluster meter akan 'bernyanyi' dan menyalakan berbagai instrumennya.
Di tengah dasbor ada audio floating HD berukuran 1,25 inci yang menampung berbagai kebutuhan hiburan Anda, mulai dari menyalakan radio, telepon bluetooth dan navigasi.
Yang menarik saat mobil dinyalakan, tuas transmisi yang berbentuk bulat akan muncul dari dasbor tengah. Begitu dimatikan, transmisinya akan kembali 'ndelep' ke konsol tengah. Sistem transmisinya pun cukup unik, jadi diputar saja untuk berpindah dari P, R, N atau D.
Untuk sisi keamanan DFSK Glory E3 memiliki 6 airbags, Lane Departure Warning, Hill Descent Control, Hill Start Assist serta Forward Collison Warning.
DFSK Glory E3 dalam angka-angka
Dimensi
(PxLxT) 4.385mm x 1.850mm x 1.647mm
Wheelbase
2.655mm
Tenaga listrik
Baterai 52,56 kWh
Motor listrik bertipe Permanent Magnet Synchronous Motor.
Jarak tempuh 405 kilometer.
Pengecasan selama 30 menit dan mampu mencapai 80 persen daya baterai dengan menggunakan teknologi fast charging.
Tenaga
Tenaga maksimum 163 PS dan torsi mencapai 300 Nm
0-50 km dalam waktu 3,9 detik.
4. Mitsubishi Outlander PHEV
|
Foto: Rifkianto Nugroho
|
Mitsubishi Outlander PHEV mengusung mesin bensin 2.4 liter. Mesin itu dikombinasi dengan motor listrik yang punya tenaga 60 kW di roda depan dan 70 kW pada roda belakang. Soal tenaga, mesin konvensional bisa memuntahkan tenaga maksimal 132,8 dk dengan torsi 211 Nm.
Outlander PHEV dikatakan menjadi salah satu mobil plug-in hybrid yang unik, sebab memiliki tiga mode berkendara, yakni mode EV, mode HEV, dan juga mode Parallel Hybrid.
Sedikit info soal mode berkendara Outlander PHEV, pada mode EV mobil akan bergerak dari tenaga baterai yang dikirimkan ke motor listrik yang terdapat pada roda depan dan belakang.
Selanjutnya pada mode HEV (Hybrid Electric Vehicle), saat baterai berkurang, maka mesin akan membantu baterai agar memiliki kapasitas baterai yang stabil. Sehingga baterai akan tetap menyuplai tenaga ke motor listrik yang terdapat pada roda depan dan belakang. Artinya, mesin konvensional akan berperan mirip generator.
Sementara pada mode Parallel Hybrid, sistem ini berfungsi di saat pengendara membutuhkan tenaga lebih. Misal ketika baterai mulai berkurang, maka mesin konvensional akan tetap menjaga pasokan baterai, dan baterai akan memberikan energi pada motor listrik yang berada pada roda depan dan belakang.
Tidak sampai di situ, pada sistem Mode Parallel Hybrid, mesin konvensional juga berperan memberikan energi langsung pada motor listrik tidak melalui baterai.
5. Wuling E200 dan E100
|
Foto: Luthfi Anshori
|
"Kehadiran Wuling E100 dan E200 di IEMS 2019 merupakan bentuk kesiapan kami dalam menyambut elektrifikasi kendaraan di Indonesia," kata Senior Brand Manager Wuling Motors Dian Asmahani, di Jakarta, Selasa (3/9/2019) lalu.
Sebagai info, Wuling E200 merupakan pengembangan dari E100. Mobil Listrik berukuran kompak ini didukung baterai lithium-ion dengan daya 29 kW, dengan torsi 110 Nm. Dalam kondisi baterai terisi penuh, bisa menjelajah jarak 250 km.
Mobil yang bisa memuat 2 orang dewasa ini juga punya sejumlah fitur modern seperti keyless entry, start stop button, electric parking brake, konektivitas bluetooth dan WiFi, intelligent Auto-Driving, termasuk 3 mode berkendara, Eco, Normal, dan Sport.
Di samping akan memamerkan E200, Wuling Motors juga akan membuka sesi test drive untuk Wuling E100. Rencananya test drive ini akan dibuka pada tanggal 4 dan 5 September. Sementara pada tanggal 7 September, akan dilakukan kunjungan ke BPPT Serpong menggunakan Wuling E100.
Sedikit informasi, Wuling E100 memiliki tenaga 29 kW dan torsi 110 Nm, dengan kondisi baterai penuh, Wuling E100 bisa menjangkau jarak hingga 250 km dan bisa digeber 100 km/jam.
E100 juga sudah dilengkapi fitur seperti Electronic Stability Control, Rear Parking Sensor, Parking Camera, Isofix, Airbags, Tire Pressure Monitoring System, dan ABS-EBD.
"Mari kunjungi booth Wuling di IEMS 2019 dan melihat langsung lini kendaraan listrik kami serta mencoba Wuling E100 di area test drive," terang Dian.
6. Mitsubishi MiEV
|
Foto: Grandyos Zafna
|
Bodinya juga terlihat modern, lekukan dengan garis tajam terlihat dari bagian depan menuju ke bagian atas dan kembali melengkung ke bawah di bagian belakang.
Pada bagian depan MiEV secara jelas menggambarkan bahwa ini merupakan karya dari Mitsubishi, dengan logo yang menonjol tepat berada di bawah kap tanpa diimbangi dengan aksesoris apapun.
Headlamp dengan menggunakan lampu proyektor yang ditawarkan, terlihat sangat kontras dengan bentuk tubuh Miev. Begitu juga dengan lampu belakang.
Pada sisi kanan terdapat slot untuk melakukan pengisian listrik sebesar 15 ampere, baterai MiEV bisa diisi dengan menggunakan colokan listrik di rumah selama 7-8 jam.
Namun pada sisi kiri, Miev menyediakan slot untuk 'Quick charger' atau pengisian baterai secara cepat. Dan hanya membutuhkan waktu 30 menit, untuk bisa melakukan pengisian baterai hingga 80 persen.
Akan tetapi untuk setiap pengisian ulang baterai, listrik harus mencukupi dan selalu mengalirkan listrik secara konstan tidak naik turun.
Pengisiannya pun terbilang sangat mudah, cukup dengan memasukan alat charger ke bodi mobil yang tersambung dengan kabel untuk mendapatkan listrik dari rumah atau tempat pengisian listrik.
7. Prius PHEV
|
Foto: Dadan Kuswaraharja
|
Bagian lampunya terlihat lebih menarik dibanding Toyota Prius standar, dengan baterai yang terpasang di lantai kabin mobil. Selain ditopang desain yang canggih dan ekspresif, Prius Plug-In Hybrid EV mempunyai daya jelajah mode Electric Vehicle (EV) sepanjang 68,2 km.
Mobil ini juga dilengkapi alat quick charger dan hanya membutuhkan charger AC 100 V (6A) sehingga meningkatkan tingkat kenyamanan karena pengisian listrik mobil ini tidak memerlukan instalasi sirkuit khusus.
Bagian yang unik adalah transmisi mobilnya. Cukup kecil, dan butuh beberapa kali penyesuaian agar bisa mundur, pindah ke netral atau maju. Selain mode pengendaraan normal seperti Drive, Neutral atau Reverse, ada B Mode. B Mode ini untuk mempercepat proses regenerasi energi atau pengisian baterai. Jadi saat ngerem misalnya, kalau memindahkan ke B Mode baterainya kabarnya akan terisi lebih cepat dibanding pengereman biasa.












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu