Kamis, 22 Agu 2019 09:20 WIB

Gaikindo: Mau Mobil Terbang atau Listrik Harus Dibuat di Indonesia

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Mobil Terbang Pal-V Foto: Newspress Mobil Terbang Pal-V Foto: Newspress
Jakarta - Tren industri otomotif terus berkembang dan semakin maju. Di luar sudah mulai diproduksi mobil terbang dan listrik. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sudah melihat tren ini dan mereka bertekad memproduksinya untuk Indonesia.

"Seperti halnya di negara maju dengan munculnya ojol (taksi online) dan sebagainya, sedang maraknya drone akan memungkinkan munculnya mobil terbang di masa depan. Secanggih apa pun teknologi di masa depan Gaikindo bertekad bahwa perusahaan anggota Gaikindo akan tetap memproduksi kendaraan-kendaraan tersebut untuk keperluan domestik untuk diekspor ke negara-negara lain sehingga kita menjadi tuan rumah di negara sendiri," ujar Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, di Jakarta, Rabu (21/8/2019) malam.

Gaikindo lanjut Yohannes memproyeksikan pada 2025 akan melakukan ekspor 1 juta kendaraan. "Untuk mencapai ini industri otomotif harus mampu meningkatkan daya saingnya sehingga menjadi bagian mata rantai global," ujarnya.



Di luar, memang tengah terjadi persaingan ketat di segmen mobil listrik. Berbagai negara mulai dari benua Eropa, Amerika, Asia setiap saat ada saja yang merilis mobil listrik dengan kemampuan yang lebih maju. Dengan jarak jelajah yang makin jauh.

Indonesia sudah mulai itu dengan adanya Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

Sementara untuk mobil terbang, masih sedikit perusahaan yang mengembangkannya, masih dalam hitungan jari yang sudah mulai-mulai menguji keandalan mobil terbang. Seperti Terrafugia, atau Pal-V.

Simak Video "Bertemu Bos Hyundai, Jokowi Bahas Investasi hingga Mobil Terbang"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com