Senin, 19 Agu 2019 13:36 WIB

Polusi Mobil Listrik Lebih Gampang Diawasi

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Dadan Kuswaraharja Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Kehadiran mobil listrik disebut menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan emisi polusi di dunia. Kendati demikian mobil listrik tidak sepenuhnya bersih dari emisi gas buang.

Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Komite Pengurangan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin bahwa masalah mobil listrik terletak pada pengisian daya. Terutama dari mana tenaga listrik didapat.



"Mobil listrik bagus. Dari emisi polutan zero, sekalipun memang pindah ya (polusi-nya), pindah ke pembangkit listrik kalau (sumber) batu bara kan jadi masalah ya," ujar pria yang akrab disapa Puput di Jakarta Pusat beberapa waktu yang lalu.

"Untuk di kota emisi zero, untuk efek rumah kaca karbondioksidanya dia (mobil listrik) lebih rendah 216 persen dibanding motor bahan bakar (konvensional)," ungkap Puput.

Hal yang sama juga diungkapkan CEO NorthVolt AB, Peter Carlsson seperti dikutip dari Bloomberg. Dia mengatakan bahwa peralihan mobil listrik juga harus dibarengi dengan penggunaan sumber listrik yang lebih hijau.



"Mobil listrik akan menjadi lebih baik dalam segala hal, tetapi tentu saja, ketika baterai dibuat dalam sistem kelistrikan berbasis batu bara akan membutuhkan waktu lebih lama untuk melampaui mesin diesel," jelasnya.

Kendati demikian, polusi yang dihasilkan lebih mudah diawasi ketimbang penggunaan mobil bahan bakar bensin.

"Tapi kalau di satu titik powerplant-nya, pembangkit listriknya relatif lebih mudah mengendalikannya dengan satu teknologi. Ketimbang masing-masing individu punya knalpot wara-wiri ke seluruh kota kan lebih sulit mengendalikannya," ujar Puput.

Simak Video "Grab Masih Pertimbangkan Mitranya Gunakan Kendaraan Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com