Jumat, 16 Agu 2019 11:36 WIB

Hai Pemerintah, Pabrikan Butuh Waktu untuk Beralih ke Mobil Listrik

Ridwan Arifin - detikOto
Kendaraan listrik Foto: Luthfi Anshori Kendaraan listrik Foto: Luthfi Anshori
Jakarta - Arah industri otomotif di dunia menuju kendaraan elektrik, termasuk Indonesia. Pengamat Otomotif Agus Thajajana mengatakan pabrikan perlu diberikan waktu peralihan ke mobil listrik dari mesin berbasis bahan bakar fosil atau internal combustion engine (ICE).

"Bahwa memang mau nggak mau kita harus menghadapi era di mana combustion engine akan habis. Namun harus ada transisinya," ujar Agus dalam seminar Forum Wartawan Otomotif (Forwot) dengan tajuk "Menuju Daya Saing Industri Otomotif 4.0 di Indonesia" di Jakarta.



"Hemat saya apapun aturannya nanti apa yang sudah kita bangun nggak boleh habis dong. Jadi nanti masuk ke listrik itu yang lama diberi kesempatan untuk mengubah semua kemampuan mereka secara berangsur-angsur jangan tiba-tiba," ujar Agus.

"ICE harus diredam dikurangi, tetapi yang memproduksi ICE jangan kemudian ICE 'ah lo sudah gak kepake' nggak bisa itu ada transisinya dan itu yang tercermin dalam aturan itu," ucap Agus.



Bicara waktu transisi, Agus mengatakan semuanya tergantung dari kebutuhan pasar. Namun yang perlu menjadi perhatian adalah kebijakan, menurutnya karena banyak pabrikan ICE di Tanah Air, aturan tidak serta merta hanya bisa dibuat oleh satu regulator saja.

"Diperlukan suatu policy yang betul-betul baik. Policy itu sendiri tidak boleh policy sektoral memang harus saling bantu tidak mungkin hanya Kementerian Perindustrian sendiri, ya jadi keluar PP ataupun itu harus merupakan suatu kesatuan yang bulat," ujar Agus.

Simak Video "Masih Terbatas, Mitra Terbaik Bisa Kemudikan Kendaraan Listrik Grab"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com