Rabu, 14 Agu 2019 15:31 WIB

Alasan PT SMK 'Ngotot' Pertahankan Nama Esemka

M Luthfi Andika - detikOto
Pabrik Esemka di Boyolali Foto: Ragil Ajiyanto Pabrik Esemka di Boyolali Foto: Ragil Ajiyanto
Jakarta - Nama besar mobil Esemka melambung saat mobil ini menjadi kendaraan dinas Walikota Solo yang kala itu dijabat oleh Joko Widodo (Jokowi). Namun seiring berjalan waktu, mobil ini timbul tenggelam bahkan kerap disandingkan menjadi kendaraan politik Jokowi untuk menjadi Presiden RI.

Memiliki sejarah panjang rupanya tidak membuat PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) ingin mengubah nama Esemka menjadi yang lain. Seperti yang disampaikan Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) Eddy Wirajaya, di Hotel Gran Melia, Jakarta.



"Esemka ini kan awalnya dari brand lokal, kita memiliki tujuan bagaimana kita mengambil lokal brand. Karena sudah jadi, kita lanjutkan ke manufaktur ini akan lebih mudah. So far kami punya brand tetap berjalan dan nanti kita launching itu," ujar Eddy.

Selain itu, lanjut Eddy, tetap mempertahankan nama Esemka juga berhubungan dengan surat menyurat dan perizinan.

Esemka Bima Esemka Bima Foto: Internet


"Dan ini membawa indikasi pada perizinan, kita lolos sampai SRUT atau uji tipe itu cukup melelahkan dan ini perjalanan panjang. Ini juga yang membuat kami enggan mengganti nama," kata Eddy.




Untuk langkah pertama, Esemka akan merakit dan mulai menjual Bima 1.2 liter dan 1.3 liter. Bahkan ini telah tertulis dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2019 dua mobil Esemka tercatat di sana.

Simak Video "Bima, Mobil Pertama Esemka Diluncurkan!"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com