Mengutip laporan Reuters, Sabtu (10/8/2019) disebutkan PHK dipercepat sejak bulan April. Dalam data yang diberikan, sebanyak 18.845 pekerja kontrak di Maruti Suzuki hingga Juni 2019 dalam enam bulan terakhir. Jumlah pekerja turun 6 persen atau 1.181 dari periode yang sama dibandingkan tahun lalu.
Pemangkasan pekerja ini merupakan imbas dari penurunan penjualan. Disebutkan, penurunan penjualan menjadi yang terburuk dalam satu dekade.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal kapasitas, Maruti Suzuki menyandang status nomor dua di India dalam memproduksi kendaraan penumpang. Namun jumlah produksi tidak sepadan, sebab terjadi penurunan penjualan sebesar 33,5 persen pada Juli menjadi 109.265 kendaraan dibandingkan Juli 2018.
Chairman of Maruti Suzuki, RC Bhargava mengatakan kepada Reuters bahwa tenaga kerja dikurangi untuk mencerminkan sedang terjadi perlambatan dalam bisnis.
Dalam dunia bisnis perlambatan ekonomi terjadi ketika penjualan turun, biaya membengkak, dan supply melebihi demand. Hal ini menjadi alasan terkadang produsen mobil memiliki pekerja temporer atau kontrak.
Baca juga: Suzuki Ertiga ala SUV, Debut Bulan Ini |
"Salah satu konsekuensi dari perlambatan adalah pemain yang lebih lemah merasa sulit untuk bertahan hidup. Kapan konsolidasi terjadi dalam bisnis? Hanya ketika terjadi masa sulit," kata Bhargava.
Maruti Suzuki yang sebagian dimiliki oleh Suzuki Motor Corp Jepang mengatakan tidak mengurangi tenaga kerja tetap yang mencapai 15.892 pekerja. Lebih lanjut, mereka menolak apakah akan terjadi pengurangan lagi atau kembali melakukan perekrutan.
(riar/dry)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan