ADVERTISEMENT

Listrik Byar Pett, Bagaimana Kalau Ada Mobil Listrik?

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Senin, 05 Agu 2019 09:47 WIB
Colokan mobil listrik Foto: Ari Saputra
Tangerang - Pemerintah tengah menggodok aturan mobil listrik dan kabarnya akan segera dirilis. Tapi dengan padam listrik massal seperti yang terjadi sepanjang Minggu kemarin yang berulang sampai Senin dini hari, bagaimana nasib mobil listrik ya?

Hal itu yang menjadi pertanyaan Frangky, yang ditemui di sela-sela Yaris Beats Corner di AEON Mall, BSD, Tangerang. "Nggak kebayang saya kalau nanti banyak mobil listrik sementara listriknya saja kurang begini," ujarnya sambil memperlihatkan berita seputar padamnya listrik di aplikasi detikcom di telepon genggam miliknya.

"Bisa parkir berjamaah di tol juga kali ya," ujar Vicky, detikers lain yang ditemui di tempat yang sama.

Seperti diketahui, siang kemarin terjadi mati listrik di sejumlah wilayah Pulau Jawa, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Banten. Padamnya listrik disebabkan gangguan pada Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran- Pemalang.



Butuh waktu yang lama bagi PLN untuk memperbaiki situasi supaya kembali normal. Beberapa wilayah ada tidak mendapat listrik hingga lebih dari 12 jam.

Sementara wilayah yang sudah sempat teraliri listrik pun sempat kembali mengalami pemadaman. Imbasnya, layanan seluler, perbankan, hingga transportasi umum mengalami gangguan.

Mobil listrik di satu sisi memang membutuhkan listrik untuk beroperasi, namun kalau baterainya sudah penuh, mobil listrik bisa menjadi genset yang berguna untuk menyalakan perangkat listrik di rumah.

Hal ini sudah terbukti saat Jepang dilanda gempa dahsyat yang mematikan operasional pembangkit nuklir mereka. Mobil-mobil listrik membantu menyediakan listrik selama berbulan-bulan.

Simak Video "Masyarakat Mulai Tertarik Kendaraan Listrik, Ini Faktor Penyebabnya"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/dry)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT