Senin, 29 Jul 2019 11:09 WIB

Presiden Bakal Terbang ke Korea, Bahas Pabrik Hyundai

Ridwan Arifin - detikOto
Presiden Joko Widodo bertemu dengan delegasi Hyundai Motor Group di Istana Merdeka. Pertemuan itu membahas rencana investasi Hyundai Motors di Indonesia. Foto: Dok. BPMI Setpres Presiden Joko Widodo bertemu dengan delegasi Hyundai Motor Group di Istana Merdeka. Pertemuan itu membahas rencana investasi Hyundai Motors di Indonesia. Foto: Dok. BPMI Setpres
Tangerang - Pabrikan asal Korea, Hyundai kabarnya akan melakukan investasi di Tanah Air dengan membangun pabrik produksi. Ketua Umum Gabungan Asosiasi Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannnes Nangoi mengatakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu dekat akan terbang ke Korea Selatan untuk membahas ihwal investasi Hyundai.

"Yang sudah jelas Hyundai akan investasi dalam jumlah besar membangun pabriknya di sini, sudah dikatakan juga oleh Pak Menteri (Perindustrian) Airlangga (Hartarto) dan Menteri Maritim dan rencananya di bulan November kalau tidak salah, Pak Presiden akan ke Korea akan membahas itu juga," ucap Nangoi di ICE BSD, Tangerang beberapa waktu yang lalu.



Seperti yang diketahui Hyundai dan KIA juga merupakan saudara di negara asalnya. Mengenai pabriknya di Indonesia, akankah investasi tersebut termasuk Hyundai-Kia?

"Kita lihat saja. Karena dari pihak Indomobil belum memberi pengumuman, kita tunggu sebentar deh. Saya tidak berwenang," jelas Nangoi.

Sebelumnya produsen otomotif asal Korea Selatan itu disebut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto akan memulai produksi mobilnya di Tanah Air dua tahun mendatang.



"Mereka akan mulai produksi pada tahun 2021, dengan kapasitas 70.000 hingga 250.000 unit per tahun," ungkap Airlangga usai pertemuannya dengan Vice President HMC Park Hong Jae di Seoul dalam siaran pers yang diterima detikcom, Minggu (30/6/2019).

Ada beberapa model mobil yang akan digarap Hyundai di Indonesia mulai dari SUV, MPV, hatchback, hingga sedan.

"Targetnya, sebanyak 47 persen produksi untuk pasar domestik dan 53 persen untuk ekspor," imbuhnya.

Simak Video "KPK Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Eks Bupati Cirebon"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com