Toyota menanggapi hal tersebut sebagai strategi yang wajar bagi pemain baru. Executive General Manager PT TAM, Fransiscus Soerjopranoto mengatakan masih banyak cara untuk masuk ke pasar ini dengan strategi masing-masing pendatang baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Rengga Sencaya |
Dengan kondisi saat ini, Suryo mengumpamakan Avanza sedang ditekan dari atas dan bawah oleh Xpander yang menyasar segmen low MPV ke atas. Sedangkan MPV China mengisi segmen di bawah Avanza.
"Kalau saya bilang mereka menemukan pasar yang baru. Mereka lihat namanya Avanza, Xpander, Ertiga punya skema sama. Nah mereka isi di segmen yang tadinya entry mau naik ke low (MPV). Sedangkan Xpander MPV low mau masuk medium. Xpander di atas Avanza, mobil China di bawah Avanza. Itu strategi yang dipakai oleh pemain yang ada di MPV low," papar Suryo panjang lebar.
Menghadapi gempuran tersebut, Suryo tetap yakin Avanza masih dapat mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar. Penyegaran dan layanan purnajual hingga nilai jual kembali diyakini dapat menjadi daya tariknya tersendiri.
"Itu kan ditekan dari atas dan dari bawah, kita refresh produk dengan tema kita sendiri. Terbukti penjualan kita naik dari 6.000-7.000 jadi sekitar 8.000. Kedua kita dikenal dengan aftersales dengan resale value itu kita jaga dan tambah. Jangan sampai miss karena kalau miss, sama dengan kompetitor," pungkasnya.
(rip/rgr)












































Foto: Rengga Sencaya
Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS