Jumat, 12 Jul 2019 16:27 WIB

Alasan Mobil China Bekas Masih Langka

Rizki Pratama - detikOto
Ilustrasi pasar mobil bekas Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Ilustrasi pasar mobil bekas Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Jakarta - Salah satu bukti kepercayaan konsumen Indonesia terhadap satu brand otomotif kerap dilihat dari nilai jual kembali kendaraan tersebut. yah, tidak sepenuhnya hal tersebut benar memang, namun suka tidak suka masih banyak pemilik kendaraan yang berpikir demikian.

Hal ini tampaknya masih belum bisa ditunjukkan oleh merek China seperti Wuling dan DFSK. Wuling sudah mengaspal selama dua tahun dan DFSK satu tahun di segmen mobil penumpang.



General Manager Marketing PT. Sokonindo Automobile, Permata Islam mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan mobil China masih langka di pasar mobil bekas Indonesia. Alasan pertamanya adalah beberapa konsumen memang masih membutuhkan kendaraan tersebut untuk digunakan.

"Memang mobil China masih jarang di pasar mobil bekas banyak faktornya menurut saya. Apakah memang konsumen masih sangat menggunakan kendaraan sehingga belum ada niat untuk menjual kembali," kata pria yang disapa Arta ini saat ditemui di kantor pusat DFSK, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019).



Selanjutnya tren masa kepemilikan kendaraan di Indonesia juga belum dicapai oleh merek China. Arta berpendapat bahwa rata-rata orang Indonesia menggunakan kendaraan selama 3-5 tahun sebelum menjualnya kembali. Dari rentang waktu itu juga lah ia memperkirakan mobil Cina baru akan ikut meramaikan pasar mobil bekas di Indonesia

"Di Indonesia juga tren kepemilikan kendaraan itu tiga sampai lima tahun. Ada juga 2 tahun tapi sangat jarang sekali. Jadi prediksinya mungkin tiga sampai lima tahun minimal (jual beli mobil bekas Cina). Kita tunggu tanggal mainnya," papar Arta.



Sebelumnya pun Arta mengunggulkan penawaran garansi 7 tahun sebagai pertimbangan penting yang dapat menjaga nilai jual mobil DFSK. Bahkan ia juga menegaskan garansi tidak hilang jika terjadi perpindahan kepemilikan.

"Untuk resale valuenya kita melengkapi dengan dukungan garansi 7 tahun sehingga saat mobil dijual tangan kedua masih memiliki garansi tersebut itu, nanti mekanisme pasar menentukan harga, depresiasi sebesar apa pasar yang menjawab," tutup Arta.

Simak Video "Kiprah Mobil China di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed