Rabu, 26 Jun 2019 10:30 WIB

Julukan Fitur Mobil Terlalu Keren Justru Berbahaya

Ridwan Arifin - detikOto
Fitur ProPilot Nissan Serena di Jepang. Foto: Nissan Fitur ProPilot Nissan Serena di Jepang. Foto: Nissan
Jakarta - Mobil zaman sekarang sudah disematkan beberapa teknologi canggih untuk membantu dan mempermudah sopir. Seperti Tesla misalnya memiliki nama fitur Autopilot dan Nissan dengan nama ProPilot Assist yang membuat beberapa orang beranggapan bahwa pengemudi bisa 'makan gaji buta' di balik setir karena teknologi otonomnya. Namun penamaan fitur tersebut tidak boleh sembarangan lho!

Seperti diberitakan Carthrottle, mengutip dari hasil riset dari Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) disebutkan bahwa nama atau julukan fitur mobil yang terlalu keren justru berbahaya bagi pengemudi.



Riset IIHS fokus kepada sistem bantuan atau assistant driver bagi pengemudi. Pengujian dilakukan dengan melibatkan lebih dari 2.000 pengemudi.

Para driver hanya diberikan nama fitur assistant tanpa menyebut merek, diantaranya Autopilot (Tesla), Traffic Jam Assist (Audi/Accura), Driving Assistant Plus (BMW), dan ProPilot Assist (Nissan).

Kemudian, para peserta ditanya apakah aman melakukan kegiatan lain saat mengemudi dengan mengaktifkan fitur tersebut.

Setidaknya 48 persen berpendapat bahwa aman untuk melepaskan tangan mereka dari kemudi saat menggunakan Autopilot, 33 persen untuk ProPilot, dan 21 persen untuk Traffic Jam Assist. Mereka berpendapat aman untuk merelakan pekerjaan mengemudi sepenuhnya kepada fitur tersebut.



Pada laporan IIHS, orang-orang semakin berani untuk melakukan kegiatan lain seperti melepas tangan dari setir, memainkan ponsel, menonton film atau video dan tidur. Fitur Autopilot pada Tesla menjadi nama yang paling dipercaya.

"Driver Assist untuk Tesla mengatakan dengan jelas bahwa (penamaan) Auto Pilot adalah fitur langsung (mengcover semua kegiatan saat melepas kemudi). Tetapi pesan itu jelas belum menjangkau semua orang," kata Presiden IIHS David Harkey.

"Produsen harus mempertimbangkan pesan dan penggunaan nama sistem untuk dipahami orang-orang," kata David.

Dalam catatan IIHS, tentu penggunaan nama tersebut membuat pengemudi lebih tidak hati-hati dan lupa akan pentingnya keselamatan. Apalagi sebagian orang lainnya, belum mengerti bagaimana fitur itu bekerja secara menyeluruh dan langsung mempercayakannya. (riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com