Selasa, 25 Jun 2019 08:35 WIB

Toyota Innova Diesel dan Bensin Sudah Setara Peminatnya

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Toyota Kijang Innova Foto: Toyota Astra Motor Toyota Kijang Innova Foto: Toyota Astra Motor
Jakarta - Orang Indonesia dulu mengeluhkan Innova diesel yang dianggap terlalu berisik mesinnya atau bergetar. Toyota sudah memperbaiki hal ini dan hasilnya bisa terlihat di Kijang Innova versi reborn yang mulai dirilis pada 2015.

"Innova dulu paling banyak bensin, sekarang 50-50 bensin dan dieselnya. Sejak generasi terbaru akhir 2015, 2016, 2017 gradually dieselnya naik, sampai tahun lalu 50 persen porsi dieselnya," ujar Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy di Jakarta.



Konsumen menyukai Innova diesel karena performa yang lebih bagus, lebih irit, lebih bertenaga dan lebih nyaman berkat mesin diesel GD terbaru Toyota.

"Jadi itu menunjukkan apresiasi konsumen terhadap GD engine, performa, lebih irit, powernya lebih bagus, nyaman, lebih senyap. Saya pribadi lebih senang dengan Innova, apalagi yang bensin sudah bagus, tapi diesel beri value lebih, lebih irit, torsi lebih besar, dulu kan berisik getar, nah yang generasi baru ini sudah sangat mengurangi bunyi kenyamanannya sudah menyaingi bensin jadi penerimaan konsumen bagus," jelasnya.




Terakhir, Toyota sudah memasang mesin GD terbaru ini pada mobil pikap Hilux. Toyota kemudian akan memasang mesin serupa pada line up lainnya.

"KD engine akan dihentikan produksinya, beralih ke GD, dari sisi performa, konsumsi BBM, sangat diapresiasi oleh konsumen, bahkan melebihi ekspektasi kami," ujarnya.

Lihat video: Review Toyota Kijang Innova Q

[Gambas:Video 20detik]

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed