Kamis, 20 Jun 2019 10:24 WIB

Disebut Termahal, Kampus Ini Ada Lahan Parkir VIP

Rizki Pratama - detikOto
Parkiran mahal di kampus Universitas Pelita Harapan. Foto: Rizki Pratama Parkiran mahal di kampus Universitas Pelita Harapan. Foto: Rizki Pratama
Jakarta - Ada satu hal yang unik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) dalam mengelola lahan parkir kendaraan para mahasiswanya. Layaknya pusat perbelanjaan atau tempat rekreasi, kampus tersebut menyediakan area parkir VIP yang tarifnya bisa dibilang cukup mahal untuk sebuah institusi pendidikan yang diisi oleh mahasiswa.

Namun, meskipun mahal mahasiswanya pun seakan dipaksa untuk memanfaatkan lahan parkir yang mengenakan tarif Rp 4.000 jam pertama dan langsung flat Rp 25.000 setelah melewati satu jam. Alasannya untuk area parkir kendaraan ekonomi yang harganya Rp 4.000 jam pertama, Rp 3.000 untuk jam berikutnya sampai maksimal Rp 15.000 lebih kecil daripada area parkir VIP.



"Tarif parkir ini ada dua wilayah untuk roda empat yang cukup jauh dari gedung kuliah itu satu jam pertama Rp 4.000, satu jam berikutnya Rp 3.000 sampai maksimal Rp 15.000. Lalu ada tarif parkir VIP yang bahkan cakupannya sangat luas itu satu jam pertama Rp 4.000 begitu lewat satu jam langsung Rp 25.000 jadi penambahan tidak berjenjang tapi langsung," ujar Ketua Himpunan Mahasiswa Fakultas Hukum (HMFH) UPH, Jovin Kurniawan saat ditemui detikcom usai kegiatan kuliahnya, Rabu (19/6/2019).

Jovin juga mengecewakan bahwa tarif parkir VIP ini tidak memiliki banyak kelebihan jika dibanding dengan tarif parkir reguler atau ekonomi di kampusnya. Mulai dari tidak ada batas antar kendaraan, beberapa titik masih menggunakan area bekas Sirkuit International Lippo Village, minimnya penerangan, atap untuk menghindari panas dan hujan, serta kamera pengawas atau petugas yang memadai. Satu-satunya kelebihan parkir di area parkir kendaraan VIP UPH adalah akses yang dekat dengan gedung perkuliahan. Sementara itu untuk area parkir ekonomi perlu berjalan lebih jauh dari itu.



"Bedanya jarak tempat parkir ke gedungnya. Secara fasilitas itu nggak ada bedanya dari misalkan di VIP ada pengamanan yang lebih ketat, atap atau kanopi untuk menghindari hujan panas, itu nggak ada. Masalah jarak aja," ungkapnya.

Untuk bekas sirkuit yang digunakan sebagai lahan parkir pun bisa dikatakan cukup membahayakan keamanan kendaraan. Mobil diparkir melintang di pinggir jalan yang bagian belakang beralaskan tanah sedangkan setengah bagian depan mobil di pinggir sirkuit beraspal. Jika dalam kondisi basah, ban belakang bisa selip karena tanah yang lembek.

Selain itu saat disambangi langsung oleh detikcom, tidak ada batas jelas antara area VIP dan ekonomi yang menggunakan bekas lintasan balap itu. Lintasan balap yang menghubungkan parkiran VIP dan Ekonomi tersebut menjadi area tambahan jika parkir VIP atau Ekonomi sudah penuh.

detikcom sampai saat ini masih berusaha menghubungi UPH untuk meminta komentarnya.

Tonton video Mungkin Teknologi Parkir Ini Patut Ditiru di Jakarta:

[Gambas:Video 20detik]

(rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com