Jumat, 14 Jun 2019 14:47 WIB

Waspada! Penyebab Knalpot Copot Saat Dipakai Jalan

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Ridwan Arifin/detikOto Foto: Ridwan Arifin/detikOto
Jakarta - Posisi knalpot jarang tersentuh oleh pengguna mobil, bahkan komponen ini bisa dikatakan memiliki periode masa pakai yang lebih lama ketimbang suku cadang lainnya.

Kendati demikian, bukan tidak mungkin jika knalpot bisa rusak lebih cepat. Hein Knalpot yang terletak di Jl. Tole Iskandar, Depok, Jawa Barat mengatakan bahwa umumnya knalpot rusak karena umur masa pakai.



"Pengerjaannya dan materialnya yang sudah tidak bagus mulai keropos," ujar Hein kepada detikcom di Depok, Jawa Barat Jumat (14/06/2019)

Lebih lanjut, Hein mengatakan setidaknya saat ini ada tiga bahan yang digunakan untuk bahan knalpot, yakni stainless steel, galvanis, dan monel.

Knalpot mobilKnalpot mobil Foto: Ridwan Arifin/detikOto


"Kemudian bahan pipa knalpot sekarang itu kebanyakan mulai menggunakan bahan yang disebut monel, hampir sama karakter nya dengan stainless," ujar Heins

Monel adalah pipa campuran nikel, tembaga, sedikit besi, sulfur, dan unsur-unsur lainnya. Bila sudah berkarat maka knalpot rawan bocor. Soal karat, Hein, mengatakan bahwa lokasi karat dapat ditemukan beragam lokasi.



"Cuma kadang tidak semua tukang knalpot bisa ngelas bahan itu (monel). Jadi karena mungkin belum matang hasil las-nya, jadi dia lepas bisa karena getaran mesin atau karena pemakaian jalanan," jelas Hein.

Terakhir kata Hein penyebab copotnya knalpot terletak pada kualitas rubber mounting yang sudah menurun. Bisa terjadi karena pipa yang menggantung tanpa adanya pegangan. "Ketika sudah sobek dan putus maka pipa bisa patah," kata Hein. (riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com