Senin, 10 Jun 2019 12:01 WIB

Alunan Musik Pengaruhi Gaya Berkendara

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Mendengarkan musik saat berkendara menjadi hal lumrah yang dilakukan pengemudi. Alasannya pun beragam, salah satunya adalah mengusir rasa bosan.

Kendati mengasyikkan, berdasarkan hasil riset Money Barn (penyedia jasa keuangan yang bermarkas di Inggris) tidak semua daftar lagu aman untuk menjadi teman perjalanan jarak jauh, lho.

Mencuplik Motor1, Senin (10/06/2019) disebutkan bahwa secara umum, musik dengan BPM (ketukan per menit) lebih besar dari 120 dapat memiliki dampak negatif saat mengemudi.



Artinya jenis musik dengan ketukan per menit yang tinggi mempengaruhi kecepatan mengemudi yang lebih cepat dan lebih banyak pelanggaran lalu lintas.
.
"Jika Anda merasa terganggu oleh lagu-lagu yang diputar di radio atau dari daftar putar Spotify Anda, mungkin ini saatnya untuk perubahan," ungkap Tim Schwarz, Kepala Pemasaran di Moneybarn, yang merangkum penelitian ini.

Berdasarkan penelitian di atas, beberapa lagu berbahaya yang didengar saat mengemudi di antaranya Miley Cyrus' Party in the USA, Mr. Brightside dari The Killers, Don't Let Me Down oleh The Chainsmokers, dan Bruce Springsteen's Born to Run.

Penelitian Moneybarn juga menemukan bahwa bukan hanya tempo dan energi lagu yang dapat memengaruhi mengemudi secara negatif. Volume keras diyakini meningkatkan waktu reaksi dan detak jantung.



"Sangat menarik untuk melihat bagaimana sesuatu yang tidak bersalah seperti memilih daftar putar perjalanan mungkin berpotensi berdampak negatif pada mengemudi Anda," tambah Schwarz.

Beberapa lagu yang dianggap aman ketika berkendara seperti Stairway to Heaven - Led Zeppelin, Under the Bridge - Red Hot Chili Peppers, God's Plan - Drake, Africa - Toto dan Location - Khalid.

Sementara penelitian lain yang dilakukan oleh Simon Moore, seorang profesor psikiatri di London menyebut bahwa tempo lagu yang optimal untuk berkendara yang aman harus meniru detak jantung manusia.

"Ini sekitar 60 hingga 80 ketukan per menit," ujar Simon seperti dikutip dari Huffpost. (riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com